indonews

indonews.id

Dirut Holding PTPN III Optimistis Produksi Gula pada 2023 Capai 40.000 Ton

Direktur Utama Holding PTPN III (Persero) Mohammad Abdul Ghani mengatakan dirinya optimistis bahwa PTPN II mampu meningkatkan produksi gula dan akan mencapai swasembada gula nasional seperti yang telah dicanangkan oleh pemerintah.

Reporter: very
Redaktur: very
zoom-in Dirut Holding PTPN III Optimistis Produksi Gula pada 2023 Capai 40.000 Ton
Perkebunan tebu milik PTPN II. (Foto: Ist)

Jakarta, INDONEWS.ID - PT Perkebunan Nusantara III (Persero) yang merupakan induk holding perusahaan perkebunan menargetkan PTPN II memproduksi gula mencapai 40.000 ton pada tahun 2023. Target tersebut bisa untuk memenuhi kebutuhan gula di dalam negeri dan juga memenuhi kebutuhan bahan bakar etanol.

Direktur Utama Holding PTPN III (Persero) Mohammad Abdul Ghani mengatakan dirinya optimistis bahwa PTPN II mampu meningkatkan produksi gula dan akan mencapai swasembada gula nasional seperti yang telah dicanangkan oleh pemerintah.

“Dengan kondisi cuaca yang cukup baik, saat ini saya yakin dan kita semua optimistis PTPN II akan mampu meningkatkan produksi gula mencapai angka 40.000 ton tahun ini,” ujarnya seperti dikutip dari Bisnis.com.

Saat ini, katanya, dari hasil uji lapangan, PTPN II mampu menghasilkan 90 ton tebu per hektare dengan rendemen yang cukup bagus, yakni pada angka 7.

Dia mencontohkan, pada 2022, Helvetia menjadi kebun terbaik dengan hasil panen tebu mencapai 77,16 ton per hektare.

“Jika cuaca mendukung seperti saat ini, ditargetkan tahun ini capaian panen bisa meningkat ke angka 90 ton per hektare dengan rendemen 7,” ujar Gani.

Sebagai perusahaan perkebunan negara yang memiliki dua pabrik gula, yaitu di Sei Semayang dan Kwala Madu, PTPN 2, katanya, terus berupaya untuk bisa meningkatkan produksi.

PTPN 2 juga berusaha memenuhi kebutuhan dengan mencapai target secara maksimal, termasuk memadukan para pekerja (tenaga tebang manual) yang didatangkan dari Pulau Jawa dan Lampung, dengan alat mekanis CH (Chain Harvester).

“Dengan beroperasinya 4 unit CH yang dimiliki PTPN 2, tidak saja pemanenan bisa lebih cepat tetapi juga mampu menjaga kesegaran tebu sampai di pabrik, sehingga bisa menghasilkan rendemen yang lebih tinggi,” ujar Abdul Ghani.

Dia menyebutkan terjadi peningkatan produksi tebu secara nasional. Dari 170.190 hektare lahan, PTPN Group mampu meningkatkan produksi tebu giling sebesar 12,76 juta ton, atau meningkat 18,81 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2021. Sementara itu, produksi gula mencapai 829.000 ton, atau 10,69 persen lebih tinggi dari tahun 2021.

Untuk produksi gula milik PTPN, capaian produksi sebesar 680.000 ton atau meningkat 20,29 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kinerja operasional, khususnya komoditi tebu, kata Abdul Gani, lambat laun mulai menunjukkan upaya perusahaan untuk terus mendukung swasembada gula nasional melalui perbaikan tata kelola budi daya.

Ghani juga mengatakan, peningkatan produksi tebu nasional, diharapkan bisa terus meningkatkan produksi bioethanol berbasis tebu dalam rangka ketahanan energi, dan pelaksanaan energi bersih melalui penggunaan bahan bakar nabati (biofuel).

“Capaian kinerja positif ini tentu akan terus kita tingkatkan sebagaimana target yang telah ditetapkan perusahaan,” pungkas Ghani. ***

© 2025 indonews.id.
All Right Reserved
Atas