GK Center: Relawan Tak Akan Menjerumuskan Presiden Jokowi pada Pelanggaran Konstitusi
Kami sebagai relawan Jokowi tidak akan membawa-bawa atau menyeret-nyeret Jokowi untuk melanggar konstitusi. GK Center akan selalu tegak lurus pada perintah Jokowi.
Reporter: very
Redaktur: very
Jakarta, INDONEWS.ID – Sekretaris Jenderal Galang Kemajuan (GK) Center Diddy Budiono mengatakan bahwa pihaknya selalu tegak lurus pada pemerintahan Presiden Joko Widodo.
Organisasi relawan Jokowi tersebut juga mengatakan bahwa pihaknya akan menunggu arahan dari Presiden Jokowi, termasuk arah dalam pemilu 2024 mendatang.
“Kami sebagai relawan Jokowi tidak akan membawa-bawa atau menyeret-nyeret Jokowi untuk melanggar konstitusi. GK Center akan selalu tegak lurus pada perintah Jokowi,” ujar Diddy di Jakarta, Rabu (17/5).
Dia mengatakan bahwa hingga kini pihaknya belum menentukan arah dukungan ke salah satu calon presiden (capres). GK Center masih tetap patuh menunggu komando dari Jokowi.
“Terus terang karena kami mempunyai pimpinan yaitu Bapak Jokowi sendiri. Karena itu merupakan hal yang wajar jika kami menunggu perintah beliau. Kami tidak akan menjerumuskan Pak Presiden ke dalam perbuatan yang melanggar Konstitusi. Lagi pula Presiden Jokowi tahu apa yang harus dilakukannya dan memahami konstitusi kita,” ujarnya.
Sebelumnya, Ketua Umum Relawan Komite Rakyat Nasional (Kornas) Jokowi, Abdul Havid Permana mengatakan, komitmen relawan yang menunggu arahan Jokowi dalam menentukan dukungan tersebut merupakan hal yang wajar-wajar saja.
"Karena bos kita Pak Jokowi, makanya nama organisasi kita ada Jokowinya. Kalau ada Relawan Jokowi yang sudah menjadi pendukung Ganjar, seharusnya tidak menggunakan lagi nama Jokowi, langsung saja Relawan Ganjar," kata Abdul Havid Permana di Bangi Kopi Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Selasa (16/5/2023).
Hal itu disampaikan Abdul Havid menanggapi pernyataan dari politikus PDIP sekaligus Wakil Koordinator Relawan Ganjar, Adian Napitupulu, yang menilai relawan bisa menjerumuskan Jokowi jika memaksa memberikan arahan terkait capres yang harus didukung.
Sebab Jokowi hingga saat ini masih menjabat sebagai Presiden RI. Hal ini disampaikan Adian merespons pernyataan kelompok relawan dalam Musyawarah Rakyat (Musra) yang menyatakan masih menunggu arahan Jokowi terkait Capres 2024.
Havid mengatakan sebagai salah satu relawan yang turut terlibat dalam proses pelaksanaan Musyawarah (Musra), merupakan hal yang wajar jika relawan menanti petunjuk Jokowi selaku pimpinan. Apalagi salah satu agenda Musra adalah menentukan sosok penerus kepemimpinan Jokowi, digelar atas arahan Jokowi. ***