Pasangan Pramono-Rano Karno bentuk Tim Khusus Gaet Gen Z
Reporter: rio apricianditho
Redaktur: indonews
Jakarta, INDONEWS.ID - Elektabilitas pasangan Pramono Anung dan Rano Karno masih dibawah 40 persen, dan rata-rata simpatisan mereka usianya diatas 45 tahun. Pasangan nomer urut 3 di pilkada Jakarta kini berupaya menggaet pemilih milineal dengan membentuk tim khusus.
Pasangan Pramono-Rano mengaku angka survei mereka masih dibawah 40 persen, namun dengan keyakinan dan kerja keras mereka bakal berupaya meningkatkan elektabilitas terutama dari kaum muda.
Pramono mengatakan, guna menggaet kaum milineal, dirinya belajar dari anak sendiri dan teman-temannya serta komunitas gen Z yang selama ini dekat dengan pasangan tersebut. Maka secara khusus pasangan ini punya tim gen Z yang cara berfikirnya sangat berbeda dengan pasangan ini.
"Misalnya dulu saya tidak main tiktok, kini punya akun tiktok yang umurnya masih 2 minggu tapi folowernya hampir 10 ribu dan yang like diatas 250 ribu. Artinya apa? Saya di gen Z bisa diterima juga walau kadang diisi hal yang dulu tidak pernah saya bayangkan harus begini-begini (joget)", ungkapnya.
Sementara itu, Pram juga berjanji akan menyelesaikan semua permasalahan di Jakarta yang belum selesai, ketika disinggung soal kampung Bayan. Bila terpilih nanti dirinya akan mendatangi semua kampung tak hanya kampung Bayan, Pram akan mencari solusi dan titik temunya guna menyelesaikan permasalahan yang ada di Jakarta.
Sedangkan Rano pun tak menampik bila ia dan pasangannya banyak digandrungi orang seusia mereka, hal itu mereka sudah pantua. Maka tim gen Z pasangan Pramono-Rano tengah bergerak menggaet pemilih muda.
"Tim gen Z sedang bergerak, saya yakin seminggu atau dua minggu kali angka elektabiltas kami akan meningkat", ungkapnya.
Rano mengatakan, dirinya bersama Pramono bersyukur terus mendapat dukungan dari alumni SMA di Jakarta. Dukungan yang mereka terima dari alumni SMA 6, 70, 3, Panghudi Luhur, dan Tarankanita, sebelumnya mereka juga dapat dukungan dari komunitas alumni SMA TopGun terdiri 7 sekolah swasta ternama di Jakarta.
"Kami dari awal 28 persen kini menjadi 31%, itu kenapa, karena masyarakat Jakarta bergerak. Untuk itu saya dan mas Pram ucapkan terimakasih. Semoga kawal kita sampai selesai, dan kita yakin kita menang", ujarnya.