Pasca Kekalahan 4-1 dari Argentina, Pelatih Brasil Terancam Dipecat, CBF Siapkan Ancelotti
Nasib pelatih Brasil Dorival Junior di ujung tanduk, terancam dipecat dari kursi kepelatihan. Hal ini dipicu kekalahan memalukan dalam laga terkahir melawan musuh abadi Argentina dengan skor 4-1.
Reporter: donatus nador
Redaktur: donatus nador
Jakarta, INDONEWS.ID--Nasib pelatih Brasil Dorival Junior di ujung tanduk, terancam dipecat dari kursi kepelatihan. Hal ini dipicu kekalahan memalukan dalam laga terkahir melawan musuh abadi Argentina dengan skor 4-1.
Kekalahan tersebut bahkan disebut sebagai kekalahan kedua terburuk dalam sejarah sepak bola Brasil. Kekalahan pertama yaitu kekalahan 1-7 saat melawan Jerman pada semifinal Piala Dunia 2014.
Dan kekalahan kedua terjadi pada laga Kualifikasi Piala Dunia 2026, Zona CONMEBOL Selasa (25/3/2025) waktu setempat yang berakhir dengan skor telak 4-1 di kandang Argentina.
Kekakuan ini membuat seluruh pencinta bola negeri Samba kecewa bahkan marah. Mereka kecewa terhadap kinerja Timnas Samba dan terutama pelatih Dorival Junior.
Galvao Bueno, pengamat sepak bola Brasil melontarkan kritik pedas atas kekalahan Vinicius Junior cs. Dia menyebut kekalahan 4-1 dari Argentina sebagai tragedi terbesar kedua setelah Mineirazo.
Kata Mineirazo merupakan kata yang merujuk pada momen kekalahan memalukan yang dialami Brasil saat melawan Jerman pada semifinal Piala Dunia 2014 di Mineirao. Kala itu Brasil kalah dengan skor 1-7.
"Saya telah menyiarkan pertandingan timnas Brasil selama lebih dari 40 tahun. Terlepas dari kekalahan 1-7 pada semifinal Piala Dunia 2014, saya tak pernah melihat tim ini bermain sejelek itu," kata Galvao, dikutip dari ESPN.
Menurut komentator kondang ini, kualitas permainan timnas Argentina dan Brasil sangat jauh berbeda.
"Di satu sisi ada Argentina yang memainkan sepak bola cantik. Di sisi lain adalah tim terburuk Brasil sejak kekalahan dari Jerman itu," tugasnya.
"Pertahanan mereka horor. Hampir semua gelandang Brasil bermain untuk klub medioker. Di depan, tak ada siapa pun yang bisa memecahkan masalah," sambung Galvao.
Dia mengatakan, di bawah asuhan Dorival Junior, Timnas Brasil hanya menempati peringkat keempat di klasemen Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Amerika Selatan atau CONMEBOL.
Jurang 10 poin dari Argentina, yang sudah dipastikan lolos ke putaran final, tambahnya, meninggalkan rasa sakit hati yang susah diobati.
Kencangnya kritikan pencinta bola membuat Federasi Sepak Bola Brasil (CBF) mengambil sikap. CBF kini menyiapkan strategi untuk merayu Carlo Ancelotti menukangi Selecao.
Sejatinya, kabar tentang kedatangan sosok yang saat ini menukangi Real Madrid itu susah lama berembus di kalangan fans bola negeri Samba.
CBF didesak agar tidak membuang-buang waktu terkait kedatangan Ancelotti. Ancelotti jadi opsi impian CBF di tengah kesulitan mendapatkan pelatih kompeten di level domestik.
Kali ini tampaknya lebih serius. CBF dilaporkan telah menyiapkan waktu untuk mengatur pertemuan dengan Ancelotti.
Komennya cukup tepat, sebab kontrak Don Carlo -sapaan Ancelotti- di Madrid akan berakhir 2026. Apa lagi, posisinya berpotensi didepak jika gagal membawa Real Madrid menjuarai Liga Champions dan La Liga Spanyol musim ini.
Dikabarkan bahwa CBF bakal memecat Dorival dalam waktu dekat dan mengangkat seorang pelatih interim sambil menunggu kedatangan Don Carlo Ancelotti.