Geger di Vatikan! Kardinal Ini Mundur dari Pemilihan Paus, Terungkap Kirim Uang ke Saudara dan Wanita Misterius
Dunia Katolik dikejutkan oleh keputusan mendadak Kardinal Giovanni Angelo Becciu yang memilih mundur dari prosesi konklaf—ritual sakral Gereja Katolik yang bertujuan memilih paus baru. Pada Selasa (29/4/2025), Becciu mengirimkan surat resmi ke Vatikan yang berisi pernyataan penarikannya dari konklaf, baik sebagai kardinal pemilih maupun nonpemilih.
Reporter: Rikard Djegadut
Redaktur: Rikard Djegadut
Jakarta, INDONEWS.ID - Dunia Katolik dikejutkan oleh keputusan mendadak Kardinal Giovanni Angelo Becciu yang memilih mundur dari prosesi konklaf—ritual sakral Gereja Katolik yang bertujuan memilih paus baru.
Pada Selasa (29/4/2025), Becciu mengirimkan surat resmi ke Vatikan yang berisi pernyataan penarikannya dari konklaf, baik sebagai kardinal pemilih maupun nonpemilih.
“Demi kebaikan Gereja, yang telah saya layani dan akan terus saya layani dengan kesetiaan dan kasih... saya memutuskan untuk mematuhi kehendak Paus Fransiskus dan tidak memasuki konklaf, sambil tetap yakin akan ketidakbersalahan saya,” tulisnya dalam pernyataan yang dikutip dari Vatican News.
Langkah mundur Becciu tidak lepas dari skandal besar yang menjeratnya: kasus penyalahgunaan dana Vatikan senilai ratusan juta euro. Ia disebut sebagai salah satu tokoh kunci dalam investasi gagal properti mewah di London yang menyebabkan kerugian besar bagi Gereja.
Selain itu, ia juga diduga menyalurkan dana Vatikan ke badan amal milik saudaranya dan menggunakan uang gereja untuk membayar seorang wanita Sardinia, Cecilia Marogna, dengan dalih "jasa intelijen".
Becciu sebelumnya merupakan diplomat senior Vatikan dan menjabat posisi penting dalam Sekretariat Negara. Pada tahun 2018, ia diangkat sebagai kardinal dan kepala kantor kanonisasi santo.
Namun, pada 2020, kariernya mulai terguncang saat Paus Fransiskus memintanya mengundurkan diri dari semua jabatan menyusul temuan penyalahgunaan keuangan.
Paus Fransiskus sendiri sempat mengirim dua surat kepada Becciu sebelum wafat, melarang keterlibatannya dalam konklaf. Becciu, yang dikenal konservatif secara teologis, akhirnya memilih mundur demi menjaga “kesucian dan ketenangan konklaf”.
Meski telah divonis bersalah oleh pengadilan dalam berbagai pelanggaran keuangan termasuk penggelapan dan pencucian uang, Becciu terus menyatakan dirinya tak bersalah dan sedang mengajukan banding. Ia menyebut dirinya dijadikan kambing hitam dan terjebak dalam permainan kekuasaan di dalam Vatikan.*