Internasional

Pidato Lengkap Paus Leo XIV: Mari Bahu-membahu Membangun Jembatan Melalui Dialog

Oleh : very - Jum'at, 09/05/2025 10:19 WIB


Paus Leo XIV. (hasil tangkapan layar)

 

Vatikan, INDONEWS.ID – Sidang pemilihan pimpinan tertinggi Gereja Katolik Roma (konklaf) telah usai dengan terpilihnya Paus Leo XIV, pada Kamis malam (8/5) waktu setempat.  

Paus Leo XIV yang sebelumnya dikenal sebagai Kardinal Robert Francis Prevost, terpilih sebagai Paus ke-267 Gereja Katolik Roma. Ia menjadi Paus pertama dari Amerika Serikat dalam sejarah Gereja Katolik yang berusia lebih dari 2.000 tahun itu.

Dengan memilih nama Leo XIV, Paus baru ini tampaknya ingin mengaitkan kepemimpinannya dengan warisan Paus Leo XIII (1878–1903), yang dikenal karena keterbukaannya terhadap modernitas dan ajaran sosial Katolik. Pilihan nama ini bisa menjadi sinyal bahwa Paus Leo XIV akan melanjutkan semangat reformasi dan keterlibatan sosial yang kuat.

Sebagai pemimpin baru Gereja Katolik yang beranggotakan 1,4 miliar umat, Paus Leo XIV menghadapi berbagai tantangan, antara lain menjaga kesatuan di tengah polarisasi antara kelompok konservatif dan progresif dalam gereja, melanjutkan reformasi struktural dan tata kelola yang dimulai oleh Paus Fransiskus, menangani isu-isu global seperti perubahan iklim, konflik internasional, dan krisis pengungsi dan mengambil langkah tegas dalam mengatasi skandal pelecehan seksual di lingkungan gereja

Dalam pidato perdananya dari balkon Basilika Santo Petrus, Paus Leo XIV menyampaikan pesan damai dan persatuan, berbicara dalam bahasa Italia dan Spanyol, mencerminkan pengalaman misinya di Peru.

Berikut, pidato lengkap Paus Leo XIV seperti diterjemhakan oleh Melanius Jordan OFM, Misionaris di Kustodi Tanah Suci.

 

Saudara-saudari terkasih, Semoga damai menyertai kalian semua!

Ini adalah salam yang diucapkan pertama oleh Kristus yang Bangkit, sang Gembala baik yang memberikan nyawanya untuk kawananNya.

Saya pun ingin agar salam damai ini masuk ke dalam hati kalian, menjangkau keluarga kalian, dan semua orang dimanapun mereka berada, di seluruh penjuru bumi. Damai menyertai kalian semua!

Inilah damai dari Kristus yang bangkit. Damai tanpa senjata bahkan melucuti senjata, damai yang rendah hati dan gigih bertahan, damai yang berasal dari Allah, Allah yang mencintai kita semua tanpa syarat.

Masih kita kenang, suara lemah namun selalu berani dari Paus Fransiskus yang telah memberi berkat pada kota Roma. Paus Fransiskus yang memberi berkat juga pada dunia pada pagi hari raya paskah yang lalu.

Kini izinkan saya juga untuk meneruskan berkat yang sama: Allah mencintaimu, Allah mencintai kamu semua, kejahatan tidak akan menang, kita semua berada di tangan Allah! 

Oleh karena itu tanpa rasa takut, mari kita bersatu, bergandengan tangan satu sama lain, berjalan bersama Allah, bergerak maju. Kita adalah murid-murid Kristus, Kristus akan menyertai kita. Dunia sedang membutuhkan cahayanya, kemanusiaan membutuhkanNya, mari kita bangun jembatan agar cinta kasih Allah dapat meraih mereka yang membutuhkan. Mari kita saling bahu-membahu membangun jembatan melalui dialog, melalui perjumpaan yang menyatukan kita semua menjadi satu umat, selalu dalam damai.

Terimakasih pada Paus Fransiskus, dan juga kepada para saudara kardinal yang telah memilih saya menjadi pengganti Santo Petrus dan berjalan bersama dengan kalian semua, sebagai gereja yang satu selalu mencari perdamaian, keadilan, tetap setia pada Yesus Kristus, tanpa takut mewartakan kabar sukacita sebagai misionaris.

Saya adalah putra Santo Agustinus (anggota Ordo Santo Agustinus). Ia yang pernah mengatakan: “Bersama kalian, aku seorang kristen dan untuk kalian aku adalah seorang uskup”.  Demikian kita semua dapat berjalan bersama menuju tanah air yang telah disiapkan Allah bagi kita.

Salam khusus saya sampaikan juga pada Gereja Roma. Mari kita berjalan bersama menjadi gereja misionaris, gereja yang membangun jembatan, membangun dialog, gereja yang selalu terbuka untuk menerima, seperti bentuk dari alun-alun Santo Petrus ini, dengan tangan terbuka, menerima semua yang membutuhkan cinta kasih kita, kehadiran kita dan dialog kasih.

(Dalam Bahasa Spanyol) Izinkanlah saya menyapa mereka yang pernah saya layani di Keuskupan Chiclayo, Peru.

Dimana umat beriman mendampingi dengan setia uskup mereka, menjadikannya gereja yang setia pada Yesus Kristus.

Dan kepada kalian semua saudara-saudari terkasih, yang ada di Roma, di seluruh Italia dan seluruh dunia, kita jadikan gereja kita gereja yang sinodal, Gereja yang berjalan bersama, Gereja yang selalu mencari perdamaian, selalu mencari kasih, selalu berusaha untuk dekat dengan mereka yang menderita.

Hari ini adalah peringatan Bunda Maria dari Pompey. Bunda kita Maria akan selalu berjalan bersama, dekat dengan kita. Membantu kita dengan perantaraannya dan dengan cintanya.

Maka saya hendak berdoa bersama kalian semua, kita berdoa untuk tugas baru ini, dan tentu saja untuk seluruh gereja, dan untuk perdamaian dunia.

Dan kita mohonkan rahmat khusus ini dengan perantaraan Bunda Maria, Bunda kita…

Salam Maria….*

Artikel Lainnya