indonews

indonews.id

Longsor Tambang di Cirebon Tewaskan 10 Orang, Diduga Akibat Kesalahan Metode Penambangan

Peristiwa longsor terjadi di tambang batu alam galian C Gunung Kuda, Desa Cipanas, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, pada Jumat (30/5), menewaskan 10 orang dan melukai enam lainnya.

Reporter: Rikard Djegadut
Redaktur: Rikard Djegadut

Jakarta, INDONEWS.ID -  Peristiwa longsor terjadi di tambang batu alam galian C Gunung Kuda, Desa Cipanas, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, pada Jumat (30/5), menewaskan 10 orang dan melukai enam lainnya.

Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Barat, Bambang Tirto Yuliono, menyebut penyebab utama longsor adalah kesalahan metode penambangan yang dilakukan dari bawah, bukan dari atas seperti seharusnya. Ia menjelaskan, penambangan jenis batuan di lokasi tersebut semestinya dilakukan dengan pola terasering dari atas ke bawah.

“Ini ada sebuah kesalahan dalam metode penambangannya. Seharusnya dengan jenis batuan seperti ini dilakukan dari atas. Lakukan ke arah terasering. Bukan dari bawah. Ini sudah diperingatkan oleh inspektur tambang,” kata Bambang saat ditemui di lokasi kejadian.

Bambang juga menambahkan bahwa pihak ESDM Jabar telah berulang kali memperingatkan para penambang terkait risiko metode tersebut, namun peringatan itu diabaikan. Bahkan, sebelum longsor terjadi, pihak kepolisian telah memasang garis polisi untuk mencegah aktivitas penambangan.

“Poinnya adalah memperingati berkali-kali dan kemudian sudah bahkan diperingatkan agak keras. Bahkan Ibu Kapolres sudah melakukan police line sebelum kejadian longsor ini,” ungkapnya.

Akibat kejadian tersebut, 10 orang dilaporkan meninggal dunia. Dua di antaranya masih dalam proses identifikasi. Sementara enam korban lainnya yang berhasil selamat saat ini menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Sumber Hurip.

Hingga saat ini, proses pencarian dan evakuasi korban masih terus dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari personel TNI-Polri, BPBD, BNPB, Basarnas, serta warga setempat.

© 2025 indonews.id.
All Right Reserved
Atas