indonews

indonews.id

Dewan Pakar BPIP: Paskibraka Garda Terdepan Penjaga Indonesia Berideologi Pancasila dan Negara Kesatuan

Dengan berikrar seperti itu artinya setiap anggota Paskibraka setelah selesai melaksanakan tugas sebagai pengibar bendera Hari Kemerdekaan mereka akan diangkat sebagai Duta Pancasila.

Reporter: very
Redaktur: very
zoom-in Dewan Pakar BPIP: Paskibraka Garda Terdepan Penjaga Indonesia Berideologi Pancasila dan Negara Kesatuan
Pengukuhan Paskibraka berlangsung di Istana Negara, Jakarta, pada Sabtu, 16 Agustus 2025. Foto: BPMI Setpres/Kris

 

Jakarta, INDONEWS.ID - Paskibraka bukan hanya sekadar pengibar bendera merah putih saat peringatan Hari Kemerdekaan. Jauh lebih penting dari itu mereka adalah putra-putri terbaik bangsa yang berperan sebagai garda terdepan penjaga Indonesia yang berideologi Pancasila dan negara kesatuan.

Hal itu ditegaskan Dr. Darmansjah Djumala, Dewan Pakar BPIP Bidang Strategi Hubungan Luar Negeri, usai menghadiri acara pengukuhan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) nasional di Istana Negara, Jakarta, Sabtu, 16 Agustus, kemarin, melalui keterangan pers.

Paskibraka yang berjumlah 76 orang perwakilan dari seluruh provinsi di Indonesia akan bertugas pada upacara HUT ke-80 RI di Istana Merdeka, 17 Agustus 2025.

Hadir dalam pengukuhan itu Ketua Dewan Pengarah BPIP Megawati Soekarnoputri, Mendikdasmen Abdul Mu`ti, Kepala BPIP Yudian Wahyudi, Seskab Teddy Indra Wijaya, Wamensesneg Juri Ardiantoro, Wakil Panglima Jenderal Tandyo Budi Revita, dan para pimpinan BPIP.

Dr. Djumala, yang pernah bertugas sebagai Kepala Sekretariat Presiden/Sekretaris Presiden Jokowi pada periode pertama pemerintahannya, secara khusus mengutip dua poin ikrar yang diucapkan anggota Paskibraka; yaitu “Aku mengaku bernegara satu, Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berlandaskan Pancasila dan UUD   1945. Aku mengaku berjiwa dan berideologi satu, jiwa dan ideologi Pancasila, dan satu UUD 1945”.

Menurut Dubes Djumala, yang juga pernah bertugas sebagai Duta Besar RI di Austria dan PBB tersebut, dua poin ikrar mengandung makna yang sangat dalam. Dengan berikrar seperti itu artinya setiap anggota Paskibraka setelah selesai melaksanakan tugas sebagai pengibar bendera Hari Kemerdekaan mereka akan diangkat sebagai Duta Pancasila.

Djumala secara khusus berpesan kepada seluruh anggota Paskibraka, sebagai Duta Pancasila, mereka harus menjadi contoh  bagi generasi muda lainnya dalam berprilaku sehari-hari yang selaras dengan nilai-nilai Pancasila.

„Mereka harus menjadi teladan bagi putra-putri Ibu Pertiwi dalam mengaktualisasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Di tengah masyarakat Indonesia yang sangat majemuk dan beragam dalam suku, etnik, budaya dan agama, anggota Paskibraka dituntut untuk memberi contoh dalam prilaku yang toleran dan moderat serta menghargai perbedaan yang ada di tengah masyarakat,” ungkapnya.

Djumala mengatakan, banyak kasus perang saudara dan pergolakan politik berlatar etnik, suku dan agama di negara lain disebabkan oleh absennya nilai yang menghargai keberagaman dan perbedaan sesama anak bangsa.

Sikap toleran dan moderat serta menghargai perbedaan semakin terasa urgensinya dewasa ini. Sebab, dunia kini sedang menghadapi rivalitas ideologis yang berusaha mempengarahui negara lain. Ideologi transnasional yang bersifat lintas batas negara ini berusaha untuk mengembangkan pengaruhnya ke negara lain.

“Dalam perspektif seperti inilah kiranya para Duta Pancasila harus meneguhkan komitmennya dan harus meyakini betul bahwa Pancasila dan bentuk negara Indonesia sebagai negara kesatuan (NKRI) adalah kesepakatan final yang harus dijaga dan dijunjung tinggi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara,” tutup Djumala. *

 

© 2025 indonews.id.
All Right Reserved
Atas