Bahar bin Smith Diduga Terlibat Pengeroyokan Brutal di Tangerang, Korban: Saya Dipukul, Disundut, Ditodong Golok
Kasus dugaan pengeroyokan yang menyeret nama penceramah kontroversial Bahar bin Smith kembali mencuat. Seorang pria bernama Rida (41) mengaku menjadi korban tindak kekerasan usai acara Maulid Nabi di Cipondoh, Kota Tangerang, pada Minggu malam, 21 September 2025.
Reporter: Rikard Djegadut
Redaktur: Rikard Djegadut
Jakarta, INDONEWS.ID – Kasus dugaan pengeroyokan yang menyeret nama penceramah kontroversial Bahar bin Smith kembali mencuat. Seorang pria bernama Rida (41) mengaku menjadi korban tindak kekerasan usai acara Maulid Nabi di Cipondoh, Kota Tangerang, pada Minggu malam, 21 September 2025.
Dalam rekaman kesaksian yang beredar, Rida menceritakan awal mula dirinya digiring ke sebuah ruangan oleh sejumlah orang tanpa alasan jelas. “Awalnya itu saya ditarik ke dalam, enggak ada apa-apa langsung dipukul,” ujarnya.
Rida menyebut tidak hanya mengalami pemukulan, tetapi juga tindakan penyiksaan. Ia dipiting, mulutnya ditutup, disiram air, bahkan disundut benda panas hingga menimbulkan rasa sakit luar biasa. “Mulut saya ditutup, disiram air, ada yang nyundut juga,” ungkapnya.
Yang mengejutkan, korban menuding Bahar bin Smith ikut serta dalam aksi kekerasan itu. “Itu Bahar yang nyeret, Bahar yang mukul,” tegas Rida. Menurutnya, lebih dari sepuluh orang terlibat dalam pengeroyokan, di luar Bahar.
Korban juga mengaku mendapat ancaman serius. Ia sempat ditodong golok di leher dan diancam akan dibunuh maupun dimutilasi. “Sempat ditodong golok di leher, katanya mau dibunuh, mau dimutilasi. Itu Bahar yang ngomong,” katanya dengan suara bergetar.
Ironisnya, setelah insiden tersebut, Rida justru dibawa Bahar ke kantor polisi. Ia menduga Bahar berusaha membalikkan fakta dengan lebih dulu melaporkannya atas tuduhan provokasi. “Saya diantarin ke kantor polisi sama si Bahar. Dia yang bikin laporan katanya saya provokasi,” tutur korban.
Kasus ini kini menjadi sorotan publik. Rekaman kesaksian korban yang beredar luas memicu gelombang kecaman terhadap tindakan kekerasan yang dilakukan dengan dalih pengamanan acara keagamaan.