Lima aspek Kesehatan Paru dan Dr Benyamin Paulus SpP sebagai Wakil Menteri Kesehatan
Lima aspek Kesehatan Paru dan Dr Benyamin Paulus SpP sebagai Wakil Menteri Kesehatan
Reporter: luska
Redaktur: Rikard Djegadut
Penulis : _Prof Tjandra Yoga Aditama_
Ketua Majelis Kehormatan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI)
Sebagai Ketua Majelis Kehormatan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) maka saya tentu menyambut baik dan menyampaikan ucapan selamat atas dilantiknya Dr Benyamin Paulus Spesialis Paru sebagai Wakil Menteri Kesehatan RI. Kita tentu percaya dan yakin bahwa Dr Benyamin SpP yang ditunjuk Presiden Prabowo ini akan dapat melakukan tugasnya dengan baik dan sukses.
Sebagai Wakil Menteri maka tentu Dr Benyamin akan berkoordinasi dengan Menteri Kesehatan tentang bidang tugas dan kerjanya. Tetapi sebagai Dokter Spesialis Paru tentu kita mengharapkan setidaknya ada lima program kesehatan paru yang Dr Ben dapat tangani, tentu selain berbagai program kesehatan masyarakat lainnya yang menjadi ruang lingkup Kementerian Kesehatan.
Pertama dan utamanya tentu adalah tentang tuberkulosis (TB), setidaknya dengan tiga alasan. Ke satu, kita tahu bahwa Indonesia adalah penyumbang kasus TB ke dua terbesar di dunia. Ke dua memang TB merupakan salah satu target Quick Win Presiden Prabowo. Ke tiga
program pengendalian TB secara jelas sudah diketahui -baik secara internasional/WHO, pengalaman negara lain dan juga pengalaman kita selama ini-, sehingga dapat diimplementasikan di lapangan.
Program ke dua adalah pengendalian penyakit infeksi paru. Juga ada tiga hal disini. Ke satu memang ISPA dan Pneumonia merupakan masalah kesehatan kita sehari-hari. Ke dua, penyakit paru merupakan salah satu dari emerging/reemerging diseases yang harus diantisipasi seksama, dan ke tiga bahwa kalau ada pandemi mendatang maka salah satu kemungkinan utamanya adalah penyakit paru.
Program paru ke tiga yang kita perlukan bersama adalah penanganan penyakit paru tidak menular, seperti Asma, Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) dll. Hal ini punya tiga dampak, kesakitan, produktifitas kerja dan bahkan bukan tidak mungkin kematian pula.
Program ke empat di bidang kesehatan paru adalah penanggulangan masalah merokok. Kita tahu bahwa asap rokok mengandung ribuan bahan kimia dan berhubungan dengan berbagai penyakit, baik di paru maupun juga alat tubuh lainnya.
Program Kesehatan paru ke lima adalah berbagai masalah lain, seperti Penyakit Paru akibat kerja, penyakit paru Interstitial, serta interventional pulmonology.
Selamat bertugas Dr Benyamin Paulus, semoga akan meningkatkan derajat kesehatan bangsa kita, termasuk kesehatan paru dan pernapasan.