indonews

indonews.id

Perang AS–Israel vs Iran Disebut Picu Gangguan Internet, Akses di Iran Nyaris Lumpuh

Akses internet di Iran dilaporkan mengalami gangguan besar di tengah eskalasi perang antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Namun, gangguan tersebut tidak terjadi pada internet global, melainkan terutama berdampak pada jaringan di dalam wilayah Iran sendiri.

Reporter: Rikard Djegadut
Redaktur: Rikard Djegadut

Jakarta, INDONEWS.ID - Akses internet di Iran dilaporkan mengalami gangguan besar di tengah eskalasi perang antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Namun, gangguan tersebut tidak terjadi pada internet global, melainkan terutama berdampak pada jaringan di dalam wilayah Iran sendiri.

Dilansir dari Iran International, pemerintah Iran dilaporkan memberlakukan pembatasan baru terhadap akses internet dengan semakin memperketat koneksi VPN dan menargetkan pengguna layanan internet satelit Starlink milik SpaceX.

Langkah tersebut menyebabkan semakin sedikit warga yang dapat terhubung ke jaringan global. Tujuh belas hari setelah pecahnya perang, tingkat konektivitas di negara itu dilaporkan turun hingga sekitar satu persen dari kondisi normal, sehingga sebagian besar masyarakat tidak lagi dapat mengakses internet internasional.

Beberapa pengguna disebut masih mampu mengakses internet secara terbatas melalui konfigurasi VPN khusus. Namun banyak yang mengaku opsi tersebut hampir tidak lagi berfungsi sejak Minggu lalu.

Dalam sebuah wawancara dengan CBS, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menjelaskan alasan dirinya masih dapat melakukan panggilan Zoom ketika warga biasa kesulitan mengakses internet.

Ia menyatakan bahwa akses tersebut diperlukan karena dirinya merupakan “suara rakyat Iran” yang harus menyampaikan dan membela hak-hak masyarakatnya.

Pernyataan tersebut memicu kritik dari sejumlah warga Iran yang masih sempat terhubung ke internet secara singkat. “Rakyat Iran sendiri tidaklah bisu, dan orang ini bukanlah suara mereka,” tulis seorang pengguna di media sosial.

Pengguna lain juga mendesak pemerintah membuka kembali akses internet. “Bukalah internet agar Anda dapat mendengar suara sebenarnya dari rakyat di dalam negeri,” tulisnya.

Bahkan bagi sebagian kecil warga yang masih dapat terhubung, kualitas internet dilaporkan sangat terbatas. Banyak pengguna mengeluhkan gambar dan video di media sosial gagal dimuat, sementara fitur utama platform digital kerap tidak berfungsi.

“Pesan langsung praktis tidak terbuka, dan sebutan (mention) menghilang dengan cepat jika saya mencoba membalasnya,” kata seorang pengguna.

Pada saat yang sama, peringatan juga beredar luas secara daring yang mendesak pemilik perangkat Starlink di Iran untuk mematikan perangkat mereka.

Menurut sejumlah unggahan di media sosial, pasukan keamanan Iran diduga aktif mencari perangkat tersebut dan menahan para penggunanya. Beberapa klaim penangkapan disebut terjadi di kota Teheran dan Kermanshah.

Peringatan tersebut juga menyebutkan bahwa kendaraan patroli yang dilengkapi pemindai sinyal digunakan untuk mendeteksi emisi radio dari perangkat Starlink dan menentukan lokasi penggunanya.

© 2025 indonews.id.
All Right Reserved
Atas