indonews

indonews.id

Kontak Tembak TNI dan OPM di Maybrat, Dua Prajurit Gugur

Kontak tembak antara Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan kelompok TPNPB-OPM terjadi di Kampung Sori, Kabupaten Maybrat, pada Ahad (22/3/2026). Insiden tersebut mengakibatkan dua prajurit TNI gugur dan satu lainnya mengalami luka kritis.

Reporter: Rikard Djegadut
Redaktur: Rikard Djegadut

Jakarta, INDONEWS.ID – Kontak tembak antara Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan kelompok TPNPB-OPM terjadi di Kampung Sori, Kabupaten Maybrat, pada Ahad (22/3/2026). Insiden tersebut mengakibatkan dua prajurit TNI gugur dan satu lainnya mengalami luka kritis.

Juru bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom, mengklaim pihaknya terlibat dalam penyerangan terhadap pos militer TNI. Ia menyebut dua aparat militer tewas dan satu lainnya mengalami luka berat dalam kontak senjata tersebut.

Selain itu, kelompok tersebut juga mengklaim menyita sejumlah senjata dan logistik militer dari lokasi kejadian. Menurut Sebby, terdapat dua senjata laras panjang yang kini dibawa ke markas mereka di wilayah Maybrat.

Ia juga menyebut situasi pascakejadian membuat warga sipil di sekitar lokasi merasa takut dan kembali mengungsi, khawatir akan adanya serangan balasan atau operasi militer lanjutan.

Sementara itu, pihak TNI membenarkan adanya korban jiwa dalam insiden tersebut. Komandan Korem 181/Praja Vira Tama, Slamet Riyadi, menyatakan dua prajurit yang gugur merupakan anggota TNI Angkatan Laut dari satuan Marinir, yakni Prada AS dan Prada ES.

Keduanya telah dievakuasi ke Rumah Sakit Angkatan Laut dr. R. Oetojo di Sorong. Sementara itu, satu prajurit lainnya berinisial Kopda ES masih dalam kondisi kritis.

“Kami menyampaikan duka cita atas gugurnya dua prajurit TNI AL yang tergabung dalam Satgas Operasi Habema saat menjalankan tugas negara,” ujar Slamet dalam keterangannya, Senin (23/3/2026).

Pasca insiden tersebut, TNI meningkatkan pengamanan di wilayah rawan serta memperkuat fungsi intelijen. Slamet menyebut pihaknya telah memetakan sejumlah daerah yang berpotensi mengalami gangguan dari kelompok bersenjata.

“Penambahan pasukan sedang direncanakan termasuk penguatan intelijen. Informasi dari masyarakat dan aparat intelijen akan terus kami kembangkan,” ujarnya.*

© 2025 indonews.id.
All Right Reserved
Atas