indonews

indonews.id

KPK OTT Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo, Amankan Uang Tunai dan 18 Orang

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo pada Jumat (10/4) malam. Penindakan ini dilakukan atas dugaan penerimaan uang oleh penyelenggara negara.

Reporter: Rikard Djegadut
Redaktur: Rikard Djegadut

Jakarta, INDONEWS.ID – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo pada Jumat (10/4) malam. Penindakan ini dilakukan atas dugaan penerimaan uang oleh penyelenggara negara.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengungkapkan bahwa OTT tersebut berkaitan dengan dugaan praktik penerimaan uang secara melawan hukum.

“Dugaan penerimaan yang dilakukan oleh penyelenggara negara, dengan cara-cara melawan hukum,” ujar Budi kepada wartawan, Sabtu (11/4).

Meski demikian, KPK belum merinci sumber maupun tujuan aliran dana yang diduga diterima oleh Gatut. Dalam operasi tersebut, tim penindakan turut mengamankan barang bukti berupa uang tunai.

“Selain mengamankan para pihak, dalam kegiatan ini tim juga mengamankan barang bukti di antaranya dalam bentuk uang tunai,” jelasnya.

Dalam OTT tersebut, total 18 orang diamankan. Namun, hanya 13 orang yang kemudian dibawa ke Gedung Merah Putih KPK di Jakarta untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Mereka terdiri dari 12 orang dari lingkungan Pemerintah Kabupaten Tulungagung, termasuk Gatut, serta satu pihak lainnya.

“Selanjutnya para pihak tersebut akan menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Gedung KPK Merah Putih,” tambah Budi.

Gatut Sunu Wibowo diketahui terpilih sebagai Bupati Tulungagung dalam Pilkada 2024. Sebelumnya, ia merupakan kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), sebelum kemudian bergabung dengan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) menjelang pemilihan.

Sebelum menjabat sebagai bupati, Gatut pernah menjabat Wakil Bupati Tulungagung periode 2019–2023 dan dikenal sebagai pengusaha di bidang toko bangunan.

Penangkapan ini menambah daftar kepala daerah yang terjaring OTT KPK pada awal tahun ini. Sebelumnya, sejumlah kepala daerah di Jawa Timur, termasuk Bupati Ponorogo dan Wali Kota Madiun, juga telah diamankan dalam kasus dugaan korupsi.

KPK menegaskan akan terus mendalami kasus ini untuk mengungkap pihak-pihak yang terlibat serta konstruksi perkara secara menyeluruh.*

© 2025 indonews.id.
All Right Reserved
Atas