indonews

indonews.id

Duta Besar RI : Indonesia harus jadi Investor! Bukan "Konsumen Pasif " di Uzbekistan

Reporter: luska
Redaktur: Rikard Djegadut

Taahkent, INDONEWS.ID - Geliat ekonomi  Uzbekistan, utamanya di bidang turisme  menguak "hidden gem" yang mulai dikenal di Indonesia dari warisan Islam Masa Dinasti Timurid  di Jalur Sutera yang luar biasa dari aspek legacy politik, tradisi keislaman dengan Situs Central-- Kompleks Imam Bukhori, Ilmu pengetahuan seperti Ibn Sina, Al Khawarizmi, Al Biruni, Al Faragani  dan juga arsitektur yang indah dan megah.

Uzbekistan membidik wisatawan Indonesia, bukan semata sebagai Muslim terbesar di dunia tetapi juga karena  klas menengah yang berkisar ratusan juta.

Duta Besar RI. Siti Ruhaini Dzuhayatin untuk Uzbekistan memandang perlu mendorong investor Indonesia mengambil bagian dalam pengelolaan turisme di Uzbekistan, khususnya di sekitar kompleks Imam Bukhori yang memiliki ikatan sejarah heroik Bung Karno. 

Ruhaini menegaskan; "Betapa hebatnya Bung Karno sebagai Presiden negara besar dan pemimpin Non Block dapat meluluhkan hati Penguasa negara super power  Uni Sovyet yang  komunis dan anti agama  --- untuk menemukan Makam Imam Bukhori  sebagai syarat memenuhi undangan kunjungan kenegaraan. 

Padahal pada waktu tahun 1950 an  Uni Sovyet sedang gencar2 melarang  praktek  agama secara

Pembangunan kembali Kompleks Makam Imam Bukhori yang indah dan megah ini  merupakan jasa  Bung Karno yang  dengan pengaruh dan wibawanya meminta Penguasa Uni Sovyet, Nikita Khushsev menemukan Makam Imam Bukhori dan membangun kembali situs-situs sejarah Islam di Jalur Sutra,  bukan semata warisan Islam sebagai  warisan Peradaban Dunia. 

Ruhaini menegaskan: Jadi,  keberadaan Komplek Makam Imam Buhkori saat ini  berdiri  megah dapat menjadi  "memorialisasi" ketangguhan dan kehebatan diplomasi  Indonesia.di masa lalu yang menjadi fondasi diplomasi masa sekarang dan masa depan"

Selanjutnya, Ia dsngan seksama menekankan bahwa  Indonesia tidak boleh hanya jadi  konsumen dan "penonton" pasif kemegahan Kompleks Imam.Bukhori  tapi  harus jadi bagian "pemilik nya dengan investasi produktif" dalam mata-rantai tourisme Uzbistan yang mendatangkan jutaan wisatawan dan Jamaah Umrah Plus Indonesia.

Gayung bersambut!  EGI  Resources secara   jeli  mengambil peluang investasi berbarengan dengan Pembukaan kembali Kompleks  Makam Imam Bukhori Oleh Presiden Shavkat Mirziyoyev pada 1 Syawal 1447 atau 20 Maret 2026 yang  direnovasi hampir 3 tahun lalu. Saat ini Kompleks ini mampu menampung puluhan ribu pengunjung setiap hari.

CEO EGI Resources, Erslan Ibrahim menunjukkan kesungguhan  mengawali investasi dengan membuka  Hotel "Kampoeng Indonesia" , 11 April 2026, berjarak  500 meter dari Kompleks Makam Imam Bukhori.

Eeslan optimis ketika menjelaskan: " Kita serius mewujudkan Kampoeng Indonesia yang turut diharuskan Presiden Soekarno disini" bagi kebanggan dan reputasi Indonesia" 

EGI Resources serius dalam persiapan membuka hotel yang lebih besar dan investasi kuliner khas Indonesia.

Investasi ini akan menjadi Icon Indonesia karena akan menjadi pusat budaya dan kuliner Indonesia. Hotel ini sekaligus sebagai "rumah" bagi wisatawan dan jamaah Umrah Plus selama di Samarkand.  

Pembukaan direct flight awal Mei 2026 dari Tashkent- Jakarta dan Tashkent- Bali akan mendorong lonjakan  turisme Indonesia-Uzbekistan yang dapat memberikan manfaat kedua negara.

Tahun 2025 jumlah wisatawan Indonesia yang berkunjung ke Uzbekistan  mencapai 9.000 wisatawan meskipun penerbangan langsung Tashkent -Jakarta belum dibuka. 

Jadi!  kapan lagi Indonesia  punya  "Kampoeng sendiri" yang hanya selemparan batu dari Kompleks  Imam Al Bukhari yg tersohor itu? Mari segera menyusul Investor Indonesia!

 

© 2025 indonews.id.
All Right Reserved
Atas