indonews

indonews.id

PalmCo Serap 70 Ribu Tenaga Kerja, Bidik Peluang Baru dari Hilirisasi Sawit

PalmCo Serap 70 Ribu Tenaga Kerja, Bidik Peluang Baru dari Hilirisasi Sawit

Reporter: luska
Redaktur: Rikard Djegadut

Jakarta, INDONEWS.ID — Momentum peringatan Hari Buruh Internasional dimanfaatkan PT Perkebunan Nusantara IV PalmCo untuk menegaskan perannya dalam penyerapan tenaga kerja nasional. Perusahaan yang bergerak di sektor perkebunan kelapa sawit itu telah memberdayakan lebih dari 70.000 pekerja yang tersebar di berbagai wilayah operasional di Indonesia.

Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko K. Santosa mengatakan, angka tersebut tidak lepas dari proses transformasi dan integrasi sejumlah entitas perkebunan negara yang kini berada di bawah PalmCo.

“PalmCo hadir tidak hanya sebagai entitas bisnis, tetapi juga sebagai wadah bagi puluhan ribu anak bangsa untuk tumbuh dan berkarya,” sebut Jatmiko dalam keterangan tertulis, Ahad (2/5/2026).

PalmCo terbentuk melalui integrasi sejumlah PTPN, yakni merger PTPN V, VI, dan XIII ke dalam PTPN IV, serta pemisahan (spin-off) dari PTPN III (Persero). Saat ini, perusahaan mengelola area tanam sekitar 648.000 hektare dengan dukungan 71 pabrik kelapa sawit yang tersebar dari Sumatera hingga Sulawesi.

Dengan skala operasional tersebut, PalmCo dinilai memiliki peran signifikan dalam membuka akses pekerjaan, tidak hanya di sektor sawit, tetapi juga komoditas lain seperti karet, kopi, dan teh. Selain itu, perusahaan juga menggandeng petani melalui skema kemitraan yang diklaim inklusif.

Jatmiko menambahkan, peluang penyerapan tenaga kerja masih akan terus terbuka seiring ekspansi bisnis, khususnya pada sektor hilirisasi dan energi terbarukan.

“Proyek-proyek masa depan kami, terutama di sektor energi hijau, akan membuka peluang kerja baru yang signifikan,” katanya.

Sejumlah proyek hilirisasi yang tengah dikembangkan mencakup produk turunan sawit seperti oleofood dan oleochemical, termasuk margarin, cocoa butter equivalent (CBE), cocoa butter substitute (CBS), serta biodiesel terintegrasi.

Menurut Jatmiko, langkah hilirisasi tersebut menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk beralih dari model bisnis linear menuju ekonomi sirkular. Pendekatan ini menekankan efisiensi sumber daya sekaligus pemanfaatan limbah menjadi produk bernilai tambah (waste-to-value).

“Transformasi ini bukan hanya meningkatkan nilai ekonomi, tetapi juga menciptakan jenis pekerjaan baru yang berbasis teknologi dan keberlanjutan,” ujarnya.

Salah satu proyek yang disorot adalah pengembangan kawasan industri di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei, Sumatera Utara. Proyek tersebut diperkirakan mampu menyerap sekitar 1.400 tenaga kerja pada tahap konstruksi dan ratusan lainnya saat mulai beroperasi.

Selain membuka lapangan kerja, proyek itu juga disebut mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pelatihan teknis dan transfer pengetahuan di bidang industri turunan sawit.

Lebih jauh, Jatmiko menilai langkah tersebut sejalan dengan upaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan energi melalui biodiesel serta menjaga stabilitas pangan nasional.

Ia menambahkan, peringatan Hari Buruh menjadi refleksi bagi perusahaan untuk terus meningkatkan kesejahteraan pekerja sekaligus memperluas kesempatan kerja.

“Kami ingin memastikan setiap perkembangan bisnis juga diikuti dengan peningkatan kesejahteraan karyawan serta terbukanya peluang kerja baru di berbagai lini,” kata dia.

© 2025 indonews.id.
All Right Reserved
Atas