Menang 0-1 atas Chelsea, Man City Juara Piala FA, Guardiola Pecah Rekor Sir Ferguson dan Wenger
Duel seru Manchester City vs Chelsea pada laga final perebutan trofi Piala FA 2025/2026 berakhir dengan kemenangan City 0-1 atas Chelsea.
Reporter: donatus nador
Redaktur: donatus nador
Jakarta, INDKNEWS.ID - Duel seru Manchester City vs Chelsea pada laga final perebutan trofi Piala FA 2025/2026 berakhir dengan kemenangan City 0-1 atas Chelsea.
Kemenangan atas Chelsea di Wembley memastikan City menutup musim dengan double winners domestik.
Beberapa pekan lalu, mereka sudah memenangkan Carabao Cup. Peluang gelar juara Premier League pun belum tertutup.
Dengan kemenangan itu pula, Pep Guardiola kembali membuktikan dominasinya di sepak bola Inggris.
Bagi Guardiola kemenangan ini sangat spesial karena mencatat sejarah baru di sepak bola Inggris.
Pelatih asal Spanyol itu menjadi manajer pertama yang mampu memenangkan FA Cup dan Carabao Cup dalam satu musim sebanyak dua kali.
Sebelumnya, Guardiola mencapai hal serupa pada musim 2018/19, saat City mendominasi kompetisi domestik.
Catatan itu membuatnya berada di level berbeda dibanding banyak pelatih legendaris lain di Inggris.
Nama-nama besar seperti Sir Alex Ferguson dan Arsene Wenger memang memiliki sejarah panjang penuh trofi.
Namun Tuan Ferguson dan Arsen Wenger tidak pernah mampu menyapu dua kompetisi piala domestik dalam dua musim berbeda seperti yang dilakukan Guardiola.
Final melawan Chelsea sendiri berjalan ketat dan tidak mudah bagi anak asuh Guardiola.
Dalam laga ini Chelsea tampil disiplin dan mampu memberikan perlawanan kuat sepanjang pertandingan.
Namun City akhirnya menang berkat satu momen magis dari Antoine Semenyo yang mencetak gol kemenangan pada babak kedua.
Gol tersebut cukup untuk memastikan City mengangkat trofi FA Cup kedelapan sepanjang sejarah klub.
"Aku butuh waktu untuk menemukan ritme permainan, dan aku melewatkan sesuatu selama proses tersebut," ungkap Pep Guardiola terkait kebangkitan City di Liga Inggris.
Di awal dan pertengahan musim, mereka memang sempat terseok. Hingga poin City tertinggal jauh sekali dari Arsenal.
Kini, jarak kedua tim tinggal 2 poin, dengan dua pekan tersisa di Liga Inggris.
"Saya membuat banyak formasi dan pressing yang berbeda. Pemain ini dengan pemain lainnya," jelasnya.
.
"Kami merasakan hal itu (kebangkitan, Red) dalam dua bulan terakhir. Aku merasakan stabilitas yang mungkin tidak saya temukan di masa lalu," tambah Guardiola.
"Tapi itu normal karena banyak pemain baru, ada juga pemain cedera. Terkadang Anda membutuhkan sedikit lebih banyak waktu. Tapi kompetisi tertinggi tidak menunggu," tegasnya.
Satu-satunya yang disesalkan Pep Guardiola musim ini adalah kegagalan di Liga Champions.
Namun, lagi-lagi, ia menganggap kandasnya mereka di 16 besar cukup wajar. Sebab, lawannya adalah Real Madrid.
Namun, Pep optimistis ia bisa membawa City ke partai puncak Liga Champions lagi di masa depan.
"Masa depan kami cerah. Aku kenal para pemain, aku tahu perasaan mereka, dan komitmen mereka terhadap klub."
"Mereka sangat profesional. Aku cukup yakin kita akan berada di sana (final Liga Champions) dalam beberapa tahun ke depan," yakinnya.
Rekor Pribadi Guardiola
Selain Guardiola mencetak sejarah pribadi, Manchester City juga masuk ke daftar klub elite Inggris berkat keberhasilan meraih domestic cup double musim ini.
City kini menjadi salah satu dari sedikit klub yang pernah memenangkan FA Cup dan League Cup dalam satu musim.
Menyamai pencapaian Liverpool sebagai klub yang berhasil melakukannya dua kali.
Sebelumnya, hanya Arsenal dan Chelsea yang pernah mencatat prestasi serupa.
Arsenal melakukannya pada musim 1992/93. Sedangkan The Blues (sebutan Chelsea) pada 2006/07.
Keberhasilan terbaru itu juga memperlihatkan konsistensi luar biasa City di kompetisi domestik.
Mereka menjadi tim pertama dalam sejarah yang mampu mencapai semifinal FA Cup delapan musim beruntun.
Statistik Guardiola sejak datang ke Etihad pada 2016 juga semakin sulit dipercaya. Hingga saat ini, ia sudah mempersembahkan 20 trofi untuk Manchester City.
Koleksi tersebut mencakup enam gelar Premier League, lima Carabao Cup, dan tiga FA Cup.
Dominasi City di kompetisi piala juga terlihat dari jumlah kemenangan mereka di FA Cup selama era Guardiola.
Tidak ada tim Inggris lain yang mencatat kemenangan lebih banyak di ajang tersebut dibanding City sejak Guardiola menangani klub.
Artinya Guardiola telah melampaui rekor Sir Alex Ferguson pelatih Manchester United dan Arsen Wenger pelatih Arsenal.
Catatan itu menunjukkan betapa konsistennya City, bahkan ketika mereka harus bersaing di banyak kompetisi sekaligus setiap musim.
Meski final melawan Chelsea tidak menampilkan permainan terbaik City, kemenangan tetap menjadi bukti mental juara yang dimiliki skuad Guardiola.
Ketika permainan tidak berjalan mulus, mereka tetap mampu menemukan cara untuk menang.
Koleksi gelar akan terus bertambah dan rekor demi rekor yang terus dipecahkan.
Guardiola di Manchester City kini semakin layak disebut sebagai salah satu periode paling dominan dalam sejarah sepak bola Inggris modern