Kodam Jaya Turun Tangan Buru Begal di Jakarta dan Sekitarnya
Kodam Jaya Turun Tangan Buru Begal di Jakarta dan Sekitarnya
Reporter: Rikard Djegadut
Redaktur: Rikard Djegadut
Jakarta, INDONEWS.ID — Komando Daerah Militer Jayakarta menyatakan akan terlibat langsung dalam operasi perburuan pelaku begal di wilayah Jakarta dan sekitarnya. Langkah ini dilakukan sebagai upaya meningkatkan rasa aman masyarakat di tengah maraknya aksi kriminal jalanan di Ibu Kota.
Panglima Kodam Jaya Deddy Suryadi mengatakan pihaknya tidak akan tinggal diam melihat situasi keamanan yang dinilai mulai meresahkan warga.
“Kami ingin masyarakat merasa aman dalam beraktivitas, terutama pada malam maupun di wilayah yang dianggap rawan,” kata Deddy saat dihubungi sebagaimana dikutip Tempo, Minggu 24 Mei 2026.
Menurut dia, aksi begal tidak hanya menyebabkan kerugian materi, tetapi juga memunculkan rasa takut di tengah masyarakat. Karena itu, Kodam Jaya bersama kepolisian akan meningkatkan patroli gabungan di sejumlah titik rawan kriminalitas.
“Keamanan masyarakat adalah prioritas utama,” ujar jenderal bintang tiga tersebut.
Deddy juga mengajak masyarakat untuk ikut berperan menjaga keamanan lingkungan dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi tindak kriminal. Ia meminta warga segera melapor kepada aparat apabila menemukan indikasi gangguan keamanan.
“Sinergi antara TNI, Polri, dan masyarakat menjadi kunci utama menciptakan lingkungan yang aman serta kondusif,” ucapnya.
Meski akan melakukan tindakan tegas terhadap pelaku begal, Deddy memastikan pendekatan humanis tetap menjadi prioritas dalam menjaga stabilitas keamanan wilayah agar tidak menimbulkan keresahan baru di masyarakat.
Sebelumnya, Kodam Jaya telah menyatakan kesiapan mengerahkan personel dari berbagai satuan untuk mendukung operasi pemburuan begal di wilayah Jakarta. Pasukan yang diterjunkan berasal dari satuan kewilayahan Koramil hingga batalion tempur Kodim.
Kepala Penerangan Kodam Jaya Noor Iskak menjelaskan keterlibatan TNI merupakan bagian dari dukungan pengamanan terhadap tim pemburu begal yang dibentuk Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya.
Menurut Noor Iskak, keamanan wilayah bukan hanya menjadi tanggung jawab kepolisian, melainkan juga tanggung jawab bersama termasuk prajurit TNI dalam menjaga ketertiban masyarakat.*