indonews

indonews.id

Atletico Madrid Hancur Lebur di Kandang Villarreal pada Penutup La Liga, Dihajar 5-1

Atletico Madrid, tim asuhan Diego Simeone yang dikenal dengan pertahanan tangguh, seolah tak ada apa-apanya di hadapan  Villarreal.

 

Reporter: donatus nador
Redaktur: donatus nador
zoom-in Atletico Madrid  Hancur Lebur di Kandang Villarreal pada Penutup La Liga, Dihajar 5-1
Atletico Madrid, tim asuhan Diego Simeone yang dikenal dengan pertahanan tangguh, seolah tak ada apa-apanya di hadapan Villarreal.

Jakarta, INDONEWS.ID-Atletico Madrid, tim asuhan Diego Simeone yang dikenal dengan pertahanan tangguh, seolah tak ada apa-apanya di hadapan  Villarreal.

Memainkan laga penutup musim,  pekan 38 La Liga di Estadio de la Cerámica, Senin (25/5) dini hari, Villarreal melibas Atletico Madrid dengan skor telak 5-1.

Lima gol kemenangan tuan rumah Villarreal dicetak oleh Dani Parejo, Ayoze Perez dua gol, Georges Mikautadze dan Pape Gueye.

Sementara gol semata wayang Atletico Madrid dicetak oleh Pubill, gol sekadar pelipur lara.

Kemenangan fantastis ini sangat spesial bagi Villarreal, sebab sekaligus memutus tren buruk enam laga tanpa kemenangan saat bersua Atletico.

Kemenangan spektakuler ini juga sekaligus memberikan kado perpisahan yang sempurna dengan sang pelatih, Marcelino.

Sebelum laga pekan terakhir ini dimulai, kedua tim sebenarnya sudah sama-sama mengamankan tiket ke Liga Champions UEFA musim depan.

Duel ini murni menjadi pembuktian siapa yang berhak menduduki podium terakhir di bawah dua tim teratas.

Tuan rumah langsung tampil menggebrak di babak pertama dan Dani Parejo membuka keunggulan Villarreal pada menit 29 melalui titik putih alias Penalti.

Wasit memberi hukuman bagi Atletico setelah Juan Musso melanggar Nicolas Pepe di kotak terlarang.

Namun peristiwa ini sedikit beraroma kontroversi karena VAR memperlihatkan kontak yang sangat minim antara korban dan pelaku.

Gol penalti ini juga spesial karena sekaligus menandai penampilan terakhir Parejo bersama El Submarino Amarillo.

Hanya berselang empat menit atau menit 33, pasukan Marcelino menggandakan keunggulan lewat sepakan kaki kiri Ayoze Perez. Skor 2-0.

Pada menit 39, tuan rumah kian menjauh ketika Georges Mikautadze mengubah skor menjadi 3-0 melalui penyelesaian akhir jarak dekat yang tenang.

Sebelum turun minum, Atletico Madrid sempat memperkecil ketertinggalan menjadi 3-1 lewat aksi Marc Pubill di menit 42.

Gol ini tercipta setelah Marcus  memanfaatkan kegagalan kiper Arnau Tenas dalam mengantisipasi sepak pojok Antoine Griezmann. Skor 3-1.

Namun, Villarreal langsung merespons sebelum  melalui gol indah Pape Gueye yang memanfaatkan umpan matang dari Pepe pada menit 44. Skor menjadi 4-1.

Memasuki babak kedua, Villarreal tidak mengendurkan tekanan melalui berbagai sektor.

Sembilan menit pasca-turun minum, Ayoze Perez mencetak gol keduanya pada menit 53 malam itu.

Gol berawal dari operan Pepe, ia melepaskan tembakan melengkung yang menembus gawang Musso, mengubah papan skor menjadi 5-1.

Laga ini juga diwarnai momen emosional sekitar 25 menit sebelum bubaran.

Publik Estadio de la Cerámica memberikan tepuk tangan meriah (standing ovation) saat dua pemain yang akan hengkang, Dani Parejo dan Alfonso Pedraza, ditarik keluar.

Keduanya digantikan oleh Alassane Diatta dan Sergi Cardona.

Villarreal berhasil menjaga keunggulan 5-1  ini hingga peluit panjang berbunyi.

Hasil ini membuat mereka sukses finis di peringkat ketiga La Liga untuk pertama kalinya sejak musim 2007/08.

Sebaliknya bagi Diego Simeone, kekalahan memalukan ini menutup musim yang mengecewakan bagi Atletico Madrid setelah finis di luar tiga besar.

Inivuntuk kedua kalinya dalam tiga musim terakhir, serta tertinggal 25 poin dari sang juara, Barcelona. 

© 2025 indonews.id.
All Right Reserved
Atas