indonews

indonews.id

Badai Pasir Ekstream di India Ancam Puluhan Ribu Nyawa

Gelombang panas ekstrem yang melanda India semakin brutal dan disebut sebagai “hawa neraka” karena berpotensi mengancam puluhan ribu nyawa warga di berbagai wilayah negara tersebut. Para peneliti memperkirakan suhu panas ekstrem yang berlangsung selama beberapa hari dapat memicu lonjakan angka kematian secara signifikan.

Reporter: Rikard Djegadut
Redaktur: Rikard Djegadut

Jakarta, INDONEWS.ID - Gelombang panas ekstrem yang melanda India semakin brutal dan disebut sebagai “hawa neraka” karena berpotensi mengancam puluhan ribu nyawa warga di berbagai wilayah negara tersebut. Para peneliti memperkirakan suhu panas ekstrem yang berlangsung selama beberapa hari dapat memicu lonjakan angka kematian secara signifikan.

Penelitian terbaru memperingatkan bahwa satu hari panas ekstrem di India dapat menyebabkan sekitar 3.400 kematian tambahan. Sementara itu, apabila gelombang panas berlangsung selama lima hari berturut-turut, jumlah korban jiwa diperkirakan bisa melonjak hingga hampir 30 ribu orang.

Peneliti dari India Energy and Climate Center di University of California Berkeley, Amerika Serikat, Piyush Narang dan Ashok Gadgil, mengungkapkan bahwa data terperinci mengenai dampak gelombang panas terhadap angka kematian di berbagai distrik India selama ini masih terbatas untuk diakses publik.

Mereka mengadaptasi hasil analisis dari 10 kota di India untuk memperkirakan kematian tambahan akibat panas di seluruh distrik negara tersebut. Penelitian itu dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Frontiers in Environmental Health.

Dalam studi tersebut, para peneliti menggunakan data rata-rata kematian tingkat distrik dari Sistem Registrasi Sipil serta proyeksi populasi India tahun 2024 untuk memetakan risiko kematian dalam skenario gelombang panas satu hari hingga lima hari.

“Kami memperkirakan bahwa satu hari panas ekstrem menyebabkan sekitar 3.400 kematian berlebih secara nasional; gelombang panas lima hari menyebabkan hampir 30.000,” tulis para peneliti dalam laporan tersebut.

Istilah “kematian tambahan” atau excess deaths mengacu pada selisih antara total kematian yang terjadi selama periode tertentu dengan jumlah kematian yang diperkirakan berdasarkan data historis.

Saat ini, kondisi gelombang panas hingga kategori ekstrem dilaporkan melanda wilayah utara, tengah, dan timur India. Suhu udara di sejumlah negara bagian seperti Madhya Pradesh, Rajasthan, sebagian Uttar Pradesh, dan Haryana secara konsisten menembus lebih dari 45 derajat Celsius dalam beberapa hari terakhir.

Pemetaan risiko juga menunjukkan bahwa Uttar Pradesh menjadi wilayah paling terdampak dengan perkiraan sekitar 8.100 kematian tambahan selama gelombang panas lima hari. Sementara itu, distrik-distrik di kota seperti Ahmedabad, Jaipur, dan Surat masing-masing diperkirakan mencatat lebih dari 250 kematian tambahan hanya dalam satu kejadian gelombang panas.

Fenomena cuaca ekstrem ini kembali memicu kekhawatiran terhadap dampak perubahan iklim yang memperburuk frekuensi dan intensitas gelombang panas di kawasan Asia Selatan, termasuk India yang menjadi salah satu negara paling rentan terhadap suhu ekstrem.

© 2025 indonews.id.
All Right Reserved
Atas