indonews

indonews.id

Pamer Keberhasilan Rebut Beaufort, Netanyahu: Israel Hancurkan "Tembok Ketakutan"

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengumumkan keberhasilan pasukan negaranya merebut Kastil Beaufort di Lebanon selatan dalam operasi militer terbaru melawan kelompok Hizbullah. Netanyahu menyebut penguasaan benteng bersejarah itu sebagai perubahan besar dalam strategi keamanan Israel.

Reporter: Rikard Djegadut
Redaktur: Rikard Djegadut

Jakarta, INDONEWS.ID - Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengumumkan keberhasilan pasukan negaranya merebut Kastil Beaufort di Lebanon selatan dalam operasi militer terbaru melawan kelompok Hizbullah. Netanyahu menyebut penguasaan benteng bersejarah itu sebagai perubahan besar dalam strategi keamanan Israel.

Pernyataan tersebut disampaikan Netanyahu pada Senin (1/6) melalui video resmi, sehari setelah militer Israel menduduki Kastil Beaufort yang berada di wilayah strategis Lebanon selatan.

“Hari ini, kami kembali ke Beaufort dengan cara yang berbeda. Kami kembali dalam keadaan bersatu, penuh tekad, dan lebih kuat dari sebelumnya,” kata Netanyahu seperti dikutip AFP.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan merebut Beaufort menjadi simbol perubahan kebijakan militer Israel di kawasan konflik.

“Perebutan Beaufort adalah tahap dramatis dan perubahan dramatis dalam kebijakan yang kami jalankan. Kami telah menghancurkan tembok ketakutan. Kami mengambil inisiatif, kami beroperasi di semua front, di Suriah, di Gaza, di Lebanon,” lanjutnya.

Sebelumnya, militer Israel menyatakan pasukannya berhasil menguasai Kastil Beaufort yang telah berdiri selama sekitar 900 tahun beserta kawasan punggung bukit strategis di Lebanon selatan pada Minggu (31/5).

Operasi itu dinilai sebagai kemajuan signifikan dalam ofensif Israel terhadap Hizbullah, kelompok bersenjata yang menguasai sebagian wilayah Lebanon selatan dan didukung Iran.

Militer Israel menyebut operasi tersebut berfokus pada penguasaan Punggung Bukit Beaufort dan kawasan Wadi al-Saluki. Langkah itu diklaim bertujuan melemahkan Hizbullah beserta infrastruktur militernya yang disebut dibangun dengan dukungan Iran.

Dalam operasi tersebut, satu tentara Israel dilaporkan tewas. Netanyahu juga mengungkapkan bahwa dirinya telah memerintahkan militer Israel untuk memperluas operasi darat lebih jauh ke wilayah Lebanon.

“Saya telah memerintahkan militer untuk memperluas manuver darat di Lebanon,” ujar Netanyahu.

Ketegangan antara Israel dan Hizbullah terus berlangsung meski gencatan senjata telah berjalan sekitar enam pekan. Hizbullah dilaporkan masih melancarkan serangan menggunakan drone kamikaze berbiaya rendah yang dinilai sulit dicegat sistem pertahanan udara Israel dan telah menyebabkan korban di pihak militer Israel.

Pasukan Israel sebelumnya diketahui telah menguasai wilayah hingga Sungai Litani di Lebanon. Kini, pergerakan militer dilaporkan menuju Sungai Zaharani, sekitar 10 kilometer lebih jauh ke utara.

Netanyahu menyebut tujuan operasi tersebut adalah untuk “memperdalam dan memperluas kendali” Israel terhadap wilayah-wilayah yang sebelumnya berada di bawah pengaruh Hizbullah.

Di tengah eskalasi konflik, militer Israel pada Minggu juga mengeluarkan peringatan evakuasi bagi warga di wilayah selatan Sungai Zaharani.

Sementara itu, kantor berita resmi Lebanon melaporkan delapan orang tewas akibat serangan udara pada Sabtu malam yang menghantam Desa Deir El Zahrani di Lebanon selatan. Sepanjang Minggu, lebih dari 40 serangan udara Israel dilaporkan terjadi di kawasan Lebanon selatan, berdasarkan sumber keamanan Lebanon dan media pemerintah setempat.

© 2025 indonews.id.
All Right Reserved
Atas