indonews

indonews.id

Iran dan Israel Kembali Berperang, Mojtaba Khamenei Klaim Zionis Segera Tumbang

Ketegangan di Timur Tengah kembali memanas setelah Iran dan Israel saling melancarkan serangan pada Minggu (8/6/2026). Di tengah eskalasi konflik tersebut, Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Mojtaba Khamenei, menegaskan bahwa Israel akan segera berakhir akibat serangan-serangan balasan dari Teheran.

Reporter: Rikard Djegadut
Redaktur: Rikard Djegadut

 

Jakarta, INDONEWS.ID – Ketegangan di Timur Tengah kembali memanas setelah Iran dan Israel saling melancarkan serangan pada Minggu (8/6/2026).

Di tengah eskalasi konflik tersebut, Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Mojtaba Khamenei, menegaskan bahwa Israel akan segera berakhir akibat serangan-serangan balasan dari Teheran. Dalam pernyataannya, Mojtaba menyebut rezim Zionis berada di ambang kehancuran.

“Rezim zionis yang goyah tinggal memiliki beberapa hari lagi (sebelum berakhir),” ujar Mojtaba Khamenei seperti dikutip Anadolu Agency.

Iran dilaporkan kembali menghujani wilayah utara Israel dengan rudal pada Minggu. Serangan itu disebut sebagai respons atas operasi militer Israel di wilayah Lebanon selatan.

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan serangan tersebut merupakan balasan atas apa yang mereka sebut sebagai pembunuhan dan pengusiran massal warga di wilayah Tyre dan Nabatieh, Lebanon Selatan.

“Operasi malam ini adalah peringatan, dan jika agresi tersebut diulangi, tanggapannya akan lebih luas dan akan mencakup semua target Amerika-Zionis di wilayah tersebut,” demikian pernyataan IRGC seperti dikutip Al Jazeera.

Israel tak tinggal diam. Militer Israel segera meluncurkan serangan udara balasan menggunakan jet tempur dengan menargetkan sejumlah fasilitas di Iran.

Militer Israel menyebut salah satu sasaran serangan adalah kompleks petrokimia Mahshahr yang dilaporkan mengalami kerusakan cukup parah.

Duta Besar Israel untuk Amerika Serikat, Yechiel Leiter, menegaskan bahwa serangan tersebut merupakan bentuk respons atas serangan rudal Iran.

“Semua orang sudah muak dengan rezim Iran yang gila ini,” kata Leiter seperti dikutip Reuters.

Ia menambahkan, tidak ada negara yang akan membiarkan serangan semacam itu terjadi tanpa respons.

“Tak ada negara yang bermartabat di dunia yang akan mentolerir serangan seperti itu, dan Israel pun tak akan mentoleransinya,” ujarnya.

Sebelumnya, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sempat mengikuti permintaan Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk menunda serangan terhadap Iran. Namun, Netanyahu dilaporkan tetap melancarkan operasi militer balasan pada Minggu pagi.

Media pemerintah Iran melaporkan ledakan terdengar di tiga kota utama, yakni Teheran, Isfahan, dan Tabriz, setelah militer Israel mengklaim menyerang sejumlah “target militer” di wilayah Iran.

Konflik terbaru ini memicu kekhawatiran dunia internasional akan meluasnya perang di kawasan Timur Tengah, terutama di tengah meningkatnya keterlibatan aktor regional dan ancaman terhadap stabilitas kawasan.

© 2025 indonews.id.
All Right Reserved
Atas