Nasional

Mojtaba Khamenei Buka Suara Usai Kepala Intelijen IRGC Tewas, Iran Ancam Balasan

Oleh : Rikard Djegadut - Selasa, 07/04/2026 13:10 WIB


Jakarta, INDONEWS.ID - Pemimpin tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, kembali muncul ke publik untuk menyampaikan sikap resmi terkait tewasnya Kepala Intelijen Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), Majid Khademi, dalam serangan Amerika Serikat dan Israel pada Senin (6/4).

Melalui akun media sosial X, Mojtaba menyampaikan duka cita sekaligus penghormatan kepada Khademi. Ia menyebut Khademi sebagai sosok yang berdedikasi tinggi dan telah lama berkiprah di bidang keamanan dan intelijen.

“Martir Mayor Jenderal Sayyid Majid Khademi, yang telah berjuang tanpa pamrih selama beberapa dekade di bidang keamanan, intelijen, dan pertahanan negara, telah meraih berkah kesyahidan,” tulisnya.

Dalam pernyataan terpisah, Mojtaba juga menuduh Amerika Serikat dan Israel menggunakan apa yang ia sebut sebagai “terorisme Zionis” dalam serangan yang menewaskan Khademi.

Sementara itu, Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) menyatakan siap melakukan serangan balasan. Dalam rilis resminya yang dikutip Al Jazeera, IRGC memperingatkan akan adanya operasi balasan besar-besaran.

“Musuh yang jahat dan putus asa harus tahu bahwa serangan balasan besar-besaran oleh Organisasi Intelijen IRGC, di bawah Operasi ‘Pembalasan yang Menghancurkan,’ menanti para pelaku kejahatan ini,” demikian pernyataan tersebut.

Khademi dilaporkan tewas dalam serangan gabungan AS-Israel pada Senin pagi. IRGC menyebut serangan itu secara sengaja menargetkan kepala intelijen mereka.

Ia diketahui baru menjabat sebagai Kepala Intelijen IRGC setelah pendahulunya, Mohammad Kazemi, tewas dalam serangan Israel pada Juni 2025 dalam konflik yang dikenal sebagai Perang 12 Hari.

Ketegangan antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel pun diperkirakan semakin meningkat menyusul insiden ini, dengan ancaman balasan yang berpotensi memperluas konflik di kawasan Timur Tengah.*

Artikel Lainnya