Nasional

Muncul Kembali ke Publik, Netanyahu Ancam Habisi Pemimpin Tertinggi Baru Iran Mojtaba Khamenei di Tengah Memanasnya Perang

Oleh : Rikard Djegadut - Jum'at, 13/03/2026 08:06 WIB


Jakarta, INDONEWS.ID - Perdana Menteri Benjamin Netanyahu melontarkan ancaman terselubung terhadap pemimpin tertinggi baru Iran, Mojtaba Khamenei, di tengah eskalasi perang antara Israel, Amerika Serikat, dan Iran yang terus memanas.

Ancaman tersebut disampaikan Netanyahu dalam konferensi pers pada Kamis (12/3). Ini merupakan penampilan publik pertamanya sejak Israel bersama Amerika Serikat melancarkan serangan gabungan ke Iran pada 28 Februari lalu yang memicu konflik meluas hingga saat ini.

Pernyataan Netanyahu muncul setelah Mojtaba Khamenei menyampaikan pidato perdananya sejak ditunjuk sebagai pemimpin tertinggi Iran menggantikan ayahnya, Ali Khamenei, yang dilaporkan tewas dalam serangan gabungan AS dan Israel.

Dalam konferensi pers yang dilakukan melalui sambungan video dengan latar dua bendera Israel, Netanyahu ditanya mengenai kemungkinan langkah Israel terhadap Mojtaba Khamenei dan pemimpin Hezbollah, Naim Qassem, yang disebut ikut membantu Iran melancarkan serangan balasan terhadap Israel dan AS.

“Saya tidak akan memberikan polis asuransi jiwa kepada para pemimpin organisasi teroris mana pun. Saya juga tidak berniat memberikan laporan rinci mengenai apa yang kami rencanakan atau apa yang akan kami lakukan,” kata Netanyahu seperti dikutip dari laporan media internasional.

Netanyahu juga menyindir Mojtaba Khamenei dengan menyebutnya sebagai “boneka” dari Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC). Ia menilai Mojtaba bahkan belum berani tampil secara terbuka di hadapan publik sejak ditunjuk sebagai pemimpin tertinggi Iran.

“Kami telah membunuh diktator sebelumnya dan diktator baru Mojtaba yang merupakan boneka IRGC bahkan tidak bisa menunjukkan wajahnya ke publik,” ujar Netanyahu.

Ketika ditanya apakah Israel mempersenjatai kelompok oposisi di Iran atau berupaya menjatuhkan rezim di Teheran, Netanyahu tidak memberikan jawaban rinci. Namun ia menyatakan Israel sedang menciptakan kondisi yang memungkinkan perubahan kekuasaan di Iran.

“Saya tidak akan merinci tindakan yang kami lakukan. Kami sedang menciptakan kondisi yang optimal untuk menjatuhkan rezim Iran,” katanya.

Meski demikian, Netanyahu mengakui tidak dapat memastikan apakah rakyat Iran akan benar-benar menjatuhkan pemerintahannya sendiri. Namun ia menegaskan Israel akan terus berupaya melemahkan kekuatan rezim tersebut.

Dalam kesempatan yang sama, Netanyahu juga mengklaim bahwa Iran tidak lagi memiliki kekuatan seperti sebelumnya setelah hampir dua pekan menghadapi serangan udara gabungan Israel dan AS.

Ia menuding pasukan Islamic Revolutionary Guard Corps serta milisi paramiliter Basij mengalami kerugian besar selama konflik berlangsung.

Sejak perang Israel-AS melawan Iran pecah pada 28 Februari lalu, keberadaan Netanyahu sempat menjadi sorotan karena jarang tampil di publik. Bahkan beredar rumor bahwa ia meninggalkan Israel di tengah gempuran rudal dan drone Iran.

Namun Netanyahu akhirnya muncul kembali melalui konferensi pers virtual, tidak lama setelah Mojtaba Khamenei menyampaikan pernyataan resmi pertamanya kepada publik sebagai pemimpin tertinggi Iran yang baru.*

Artikel Lainnya