Mahasiswa Bergerak! Demo Besar Guncang Jakarta, Singgung BBM hingga RUU Polri
Sejumlah Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan serikat mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi menggelar aksi demonstrasi di sejumlah titik strategis di Jakarta pada Senin (15/6/2026). Aksi ini dilakukan sebagai bentuk kritik terhadap berbagai kebijakan pemerintah yang dinilai tidak berpihak kepada rakyat.
Reporter: Rikard Djegadut
Redaktur: Rikard Djegadut
Jakarta, INDONEWS.ID – Sejumlah Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan serikat mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi menggelar aksi demonstrasi di sejumlah titik strategis di Jakarta pada Senin (15/6/2026). Aksi ini dilakukan sebagai bentuk kritik terhadap berbagai kebijakan pemerintah yang dinilai tidak berpihak kepada rakyat.
Para mahasiswa membawa beragam isu nasional, mulai dari penolakan terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG), revisi Undang-Undang Kepolisian (RUU Polri), kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), hingga stabilitas nilai tukar rupiah.
Sejak siang hari, massa mahasiswa mulai berkumpul mengenakan jaket almamater kampus masing-masing dan kaus hitam sebagai simbol solidaritas. Aksi tersebar di beberapa lokasi penting seperti depan Istana Negara, Bundaran Hotel Indonesia (HI), dan Gedung DPR RI.
Gelombang demonstrasi mahasiswa sebelumnya telah diawali oleh BEM Universitas Indonesia (UI) pada Jumat (12/6/2026) di kawasan Bundaran HI.
Salah satu aksi digelar oleh BEM Universitas Bung Karno di depan Istana Negara mulai pukul 10.00 WIB dengan tajuk “Tata Ulang Indonesia”. Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyampaikan enam tuntutan utama, termasuk evaluasi menyeluruh terhadap Program MBG dan Koperasi Desa Merah Putih, peninjauan kembali UU Polri, penghentian militerisme, hingga stabilisasi nilai tukar rupiah dan penolakan kenaikan harga BBM.
Di lokasi yang sama, Senat Mahasiswa (SEMA) Universitas Paramadina menggelar aksi bertajuk “Reformasi Jilid II” mulai pukul 13.00 WIB. Mereka menuntut pemerintah menghentikan pemborosan anggaran negara, mengevaluasi program populis, menurunkan harga BBM dan bahan pokok, membatalkan RUU Polri, serta menghentikan militerisasi di ruang sipil.
Sementara itu, aksi yang dipusatkan di Bundaran HI akan diikuti oleh gabungan organisasi mahasiswa yang terdiri dari Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Jakarta Barat, Kolektif Aksi dan Budaya Mahasiswa Universitas Nasional, serta Keluarga Besar Mahasiswa Universitas Terbuka Jakarta mulai pukul 14.00 WIB.
Mereka membawa tema aksi “11+9 = ?”, yang merujuk pada sebelas tuntutan mendesak dan sembilan tuntutan umum kepada pemerintah. Di antaranya ialah penolakan kenaikan harga BBM dan bahan pokok, evaluasi Program MBG, penghentian PHK massal, pencabutan UU Polri, penghentian pembangunan Batalion Teritorial TNI, hingga tuntutan transparansi pengelolaan BPI Danantara.
Selain itu, mereka juga menyoroti isu penggusuran lahan, percepatan proyek strategis nasional (PSN), akses pendidikan, kesejahteraan buruh, kekerasan terhadap perempuan, hingga dukungan terhadap reforma agraria.
Di Gedung DPR RI, BEM Universitas Muhammadiyah Tangerang dijadwalkan menggelar aksi bertema “Indonesia Gawat Darurat” mulai pukul 13.00 WIB. Beberapa isu utama yang diangkat antara lain pengesahan RUU Polri, evaluasi Program MBG, pelemahan rupiah, dan kenaikan harga BBM.
Aksi serupa juga dilakukan oleh BEM Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (UHAMKA) di depan Istana Negara sejak pukul 10.00 WIB. Mereka mendesak pemerintah menghentikan pemborosan APBN, memperbaiki kondisi ekonomi, memberantas praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN), serta menjamin perlindungan hak sipil masyarakat.
Sementara itu, Aliansi Mahasiswa Universitas MH Thamrin menggelar aksi bertajuk “Menggugat Indonesia” di kawasan Istana Negara mulai pukul 11.00 WIB. Mereka menuntut evaluasi terhadap regulasi Polri dan TNI, penghentian program populis pemerintah, pengendalian harga kebutuhan pokok, serta evaluasi proyek strategis nasional.
Adapun BEM Universitas Trilogi juga dijadwalkan turun ke jalan melalui aksi bertajuk “Panggilan Revolusi” pada pukul 13.30 WIB, meskipun lokasi dan tuntutannya belum dipublikasikan secara resmi.
Secara umum, demonstrasi mahasiswa hari ini menunjukkan meningkatnya kritik terhadap kebijakan pemerintah, terutama terkait kondisi ekonomi nasional, pendidikan, militerisasi sipil, serta tata kelola anggaran negara. Aparat keamanan diperkirakan melakukan pengamanan di sejumlah titik aksi guna memastikan demonstrasi berlangsung tertib dan kondusif.