indonews

indonews.id

IPO Terus Bergulir, Airlangga: Iklim Investasi Indonesia Makin Kondusif

Aktivitas penawaran umum perdana saham (Initial Public Offering/IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) terus berlanjut di tengah dinamika pasar keuangan global. Pemerintah menilai kondisi tersebut menjadi sinyal positif bahwa kepercayaan dunia usaha terhadap pasar modal Indonesia tetap terjaga sekaligus mencerminkan iklim investasi nasional yang semakin kondusif.

Reporter: Rikard Djegadut
Redaktur: Rikard Djegadut

Jakarta, INDONEWS.ID – Aktivitas penawaran umum perdana saham (Initial Public Offering/IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) terus berlanjut di tengah dinamika pasar keuangan global. Pemerintah menilai kondisi tersebut menjadi sinyal positif bahwa kepercayaan dunia usaha terhadap pasar modal Indonesia tetap terjaga sekaligus mencerminkan iklim investasi nasional yang semakin kondusif.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, keberlanjutan IPO merupakan bagian dari upaya memperdalam pasar modal sebagai sumber pembiayaan jangka panjang bagi dunia usaha dan penggerak pertumbuhan ekonomi nasional.

"Selamat dan pecah telur bagi Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) yang baru, ini IPO pertama kali (sejak menjabat)," ujar Airlangga saat menghadiri Pembukaan Perdagangan Bursa Efek Indonesia sekaligus Pencatatan Perdana Saham PT Niramas Utama Tbk (JELI) di Jakarta, Selasa (7/7).

Menurut Airlangga, IPO PT Niramas Utama Tbk menjadi pencatatan saham perdana kedua di Indonesia sepanjang 2026. Meski berlangsung di tengah volatilitas pasar saham, proses IPO yang tetap berjalan menunjukkan optimisme pelaku usaha terhadap prospek ekonomi nasional.

Pemerintah mencatat ekonomi Indonesia pada triwulan I 2026 tumbuh sebesar 5,61 persen. Pertumbuhan tersebut ditopang oleh konsumsi domestik yang tetap kuat, peningkatan investasi, serta berbagai reformasi yang terus dilakukan pemerintah untuk memperkuat iklim usaha.

Airlangga menjelaskan, industri makanan dan minuman masih menjadi salah satu motor pertumbuhan ekonomi nasional. Pada triwulan I 2026, sektor tersebut berkontribusi sebesar 7,31 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 7,20 persen.

Selain itu, industri makanan dan minuman juga mencatat pertumbuhan sebesar 7,04 persen yang didorong meningkatnya permintaan selama periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).

Dari sisi investasi, realisasi Penanaman Modal Asing (PMA) di sektor makanan dan minuman mencapai Rp10,48 triliun pada triwulan I 2026, sementara Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mencapai Rp16,34 triliun.

"Pencapaian tersebut menunjukkan tingginya minat investor terhadap sektor riil sekaligus menandakan pasar domestik Indonesia tetap bergairah, daya beli masyarakat terjaga, dan iklim investasi nasional berada pada jalur yang tepat," kata Airlangga.

Pemerintah juga terus melanjutkan reformasi di sektor pasar modal untuk menjaga kepercayaan investor. Salah satu indikatornya adalah keputusan MSCI yang kembali mempertahankan Indonesia dalam kategori Emerging Market pada evaluasi Juni 2026.

Menurut Airlangga, pengakuan tersebut mencerminkan kuatnya fundamental ekonomi nasional sekaligus meningkatnya kredibilitas pasar modal Indonesia di mata investor global.

Pemerintah berharap aktivitas IPO yang terus berlanjut mampu memperkuat fungsi pasar modal sebagai sumber pembiayaan jangka panjang bagi dunia usaha. Dana yang diperoleh melalui pasar modal diharapkan dapat dimanfaatkan perusahaan untuk memperluas usaha, meningkatkan kapasitas produksi dan inovasi, serta menciptakan lapangan kerja baru.

Ke depan, pemerintah bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia akan terus memperkuat reformasi pasar modal melalui peningkatan transparansi, tata kelola perusahaan, serta perlindungan investor.

"Jadi ada enam emiten yang selanjutnya akan mencatatkan saham perdananya," ujar Airlangga.

Acara pencatatan saham perdana PT Niramas Utama Tbk turut dihadiri Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia Saidu Solihin, Komisaris Utama PT Niramas Utama Tbk Sadikun Wiratno, Komisaris Independen PT Niramas Utama Tbk Rycko Amelza Dahniel, Direktur Utama PT Niramas Utama Tbk Ham Japyusuf Hamdani, Direktur PT Niramas Utama Tbk Adhi Siswaya Lukman, serta jajaran direksi dan manajemen perusahaan.*

© 2025 indonews.id.
All Right Reserved
Atas