Petenis Inggris Arthur Fery Laju ke Semifinal Wimbledon Usai Singkirkan Top 10 Dunia
Petenis Inggris Arthur Fery laju ke semifinal Wimbledon 2026 setelah sukses menyingkirkan petenis Top 10 dunia Flavio Cobolli.
Reporter: donatus nador
Redaktur: donatus nador
Jakarta, INDONEWS.ID--Petenis Inggris Arthur Fery laju ke semifinal Wimbledon 2026 setelah sukses menyingkirkan petenis Top 10 dunia Flavio Cobolli.
Bermain sebagai tuan rumah, Arthur mengakhiri perlawanan Flavio dengan skor 6-4, 7-6(4), 6-0 pada perempat final, Rabu (8/7).
Bagi Arthur, kemenangan melawan petenis Top 10 dunia di Centre Court rasanya seperti mimpi dan sulit dipercaya.
"Saya benar-benar tidak percaya. Luar biasa bisa bermain di Centre Court untuk kedua kalinya dan meraih kemenangan kedua. Saya benar-benar tidak percaya," kata Fery seusai pertandingan.
Kemenangan tersebut membawa Arthur yang memulai turnamen dari babak kualifikasi lolos ke semifinal Grand Slam untuk pertama kalinya dalam kariernya.
Dikutip dari ATP, petenis berusia 23 tahun itu juga memperpanjang kisah mengejutkannya di Wimbledon setelah datang ke London hanya dengan bekal enam kemenangan di level tur.
Fery tampil tenang menghadapi Cobolli yang lebih diunggulkan.
Setelah memenangkan set pertama berkat satu-satunya break pada gim ke-10, petenis Inggris itu sempat tertinggal 0-2 pada set kedua.
Namun, ia mampu segera bangkit untuk memaksakan tie-break sebelum memenanginya melalui serangkaian reli panjang yang berlangsung sengit.
Momentum tersebut membuat dia semakin percaya diri pada set ketiga.
Bermain konsisten dari baseline, ia hampir tidak memberi kesempatan kepada Cobolli untuk mengembangkan permainan.
Arthur mengonversi tiga dari tujuh peluang break point yang diperolehnya pada set penentuan untuk memastikan kemenangan dalam waktu dua jam 14 menit.
Kemenangan itu sekaligus mengulang hasil pertemuan pertama mereka di Australia Open 2026 awal musim ini, ketika ia juga berhasil mengalahkan Cobolli.
"Saya pernah mengalahkan Flavio di Australia awal tahun ini dan itu memberi saya kepercayaan diri bahwa saya bisa melakukannya lagi,” ujarnya.
"Meskipun ini pertama kalinya saya bermain di perempat final, sementara dia sudah pernah mencapai fase itu di Grand Slam."
"kemenangan sebelumnya memberi saya keyakinan. Saya sangat gugup sebelum pertandingan, tetapi saya terus berjuang hingga garis akhir," imbuh dia.
Dengan hasil tersebut, Arthur yang kini menempati peringkat 114 dunia menjadi semifinalis tunggal putra dengan peringkat terendah di Wimbledon sejak Goran Ivanisevic menjuarai Grand Slam lapangan rumput itu sebagai petenis peringkat 125 dunia pada edisi 2001.
Arthur juga mencatatkan namanya sebagai petenis putra Inggris kelima yang mencapai semifinal Wimbledon pada era tenis modern atau Open setelah Roger Taylor, Tim Henman, Andy Murray, dan Cameron Norrie.
