Tak Sekadar Kembali ke UUD 45, Tokoh PDIP Ini Serukan "Kembali ke Rute Awal Kemerdekaan"
Tetapi menurut saya apa pun dilakukan keadaan tidak akan menjadi lebih baik sepanjang kita tetap di rute yang sekarang.
Reporter: very
Redaktur: very
Jakarta, INDONEWS.ID - Dalam pembicaraan santai maupun melalui forum-forum resmi seperti diskusi, kita sering mendengar sebutan “Indonesia saat ini tidak sedang baik-baik saja”.
Yang sesungguhnya terjadi adalah Indonesia sedang mengalami kerusakan yang sangat parah. Negara kita ini sejatinya sedang sakit.
”Mengapa hal itu terjadi?,” tanya Yakobus Mayong Padang, seorang politikus senior dan aktivis Marhaenis tulen dari PDI Perjuangan dalam sebuah perbincangan santai di Hotel Kartika Chandra, Jakarta Pusat, Jumat (17/7/2026).
”Para elit pengelolah negara ini telah kehilangan spirit kebangsaan,” sambungnya.
Mantan anggota DPR RI yang mewakili Daerah Pemilihan Sulawesi Selatan, serta figur yang memiliki rekam jejak konsisten dalam membela rakyat kecil ini mengatakan saat seorang pejabat memiliki spirit kebangsaan, ia akan mendahulukan kepentingan bangsa dan negara.
”Itu yang dimiliki pada pendiri bangsa ini, mereka rata-rata hidup sangat sederhana. Sangat berbeda dengan umumnya pejabat sekarang yang berlomba memperkaya diri, keluarga dan koleganya, dengan menyimpan ratusan miliar uang di rumahnya,” bebernya.
Kondisi demikian, katanya, menunjukkan telah terjadi penyimpangan rute. ”Bangsa ini jelas telah menyimpang dari rute awalnya yakni rute menuju keadilan dan kemakmuran bersama. Sekarang yang kaya raya hanya segelintir orang sementara mayoritas lainnya menderita,” ujar tokoh yang akrab disapa Bung Kobu’ – biar lebih terasa egaliter tersebut.
Kondisi seperti ini, menurutnya, sangat mencemaskan. Dia mengatakan, sebagian elit merasa kita perlu kembali ke UUD 1945 yang asli. ”Tetapi menurut saya apa pun dilakukan keadaan tidak akan menjadi lebih baik sepanjang kita tetap di rute yang sekarang. Karena yang perlu dilakukan ialah kembali ke rute awal, rute yang menuju cita-cita kemerdekaan,” katanya.
Bung Kobu’ memberi sebuah syarat bagi desakan kembali ke UUD 1945 tersebut. ”Syaratnya, para elit harus mengubah sikap dan pikirannya menjadi negarawan yang benar-benar menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas segala-galanya,” ucapnya.
Peristiwa terakhir yang menjadi pembicaraan luas publik juga tidak lepas dari pembicarannya. Rumah mantan komandan pemberantasan korupsi di Kejaksaan Agung digeledah dan ditemukan uang Rp 476 miliar dan emas sebanyak 74 kg.
”Selain itu, sejumlah pejabat lain mulai dari unsur hakim, unsur BPK, unsur Bea Cukai, unsur Polri, gubernur, bupati dan wali kota tertangkap tangan dengan aneka kelakuan termasuk memeras bawahannya. Jumlah uang yang diselewengkan tidak tanggung-tanggung. Ironisnya itu terjadi di saat begitu banyak warga yang miskin. Padahal cita-cita para pendiri bangsa ini, kesejahteraan seluruh warga negara,” pungkasnya. *
