indonews

indonews.id

Tiga Artis Senior Hidupkan Semangat Kemerdekaan di Ancol, dari Lagu Mandarin hingga Panggung Rakyat

Reporter: rio apricianditho
Redaktur: indonews

Jakarta, INDONEWS.ID - Perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia di Ancol berlangsung semarak dengan kehadiran tiga artis senior, Ozy Sahputera, Vivian Fu, dan Mardi Sihombing. Ketiganya tidak hanya tampil menghibur, tetapi juga membawa cerita panjang tentang perjuangan, eksistensi, dan cara mereka memaknai kemerdekaan di tengah perubahan zaman.

Konsep perayaan kali ini mengangkat nuansa nostalgia sekaligus hiburan rakyat. Kehadiran Ozy Sahputera yang dikenal lewat dunia seni peran dan hiburan turut memperkuat tema tersebut. Ozy menyebut perayaan kemerdekaan bukan sekadar seremoni, melainkan momentum untuk kembali mengingat perjuangan dalam bentuk yang relevan dengan kondisi saat ini.

Menurut Ozy, perjuangan generasi sekarang tidak lagi dilakukan melalui peperangan, tetapi melalui berbagai tantangan kehidupan. Karena itu, masyarakat dituntut tetap berjuang dan tidak terlena dengan keadaan.

Sementara itu, penyanyi senior Vivian Fu menghadirkan warna berbeda lewat lagu-lagu Mandarin. Membawakan lagu berbahasa Mandarin dalam acara kemerdekaan diakuinya menjadi tantangan tersendiri, terlebih harus tetap menyatu dengan nuansa nasionalisme.

Vivian bahkan tampil dengan busana putih sebagai simbol rasa syukur atas kemerdekaan dan kehidupannya di Indonesia. Ia mengaku mendapatkan tantangan sekaligus kebahagiaan ketika diminta memadukan musik Mandarin dengan suasana perayaan kemerdekaan.

Tak hanya menyanyi, Vivian juga mengungkapkan bahwa dirinya selama ini aktif menulis lagu. Puluhan lagu telah ia rekam, baik ketika berkarier di Hong Kong maupun di Indonesia. Ia berharap karya-karya tersebut suatu saat dapat kembali diperkenalkan kepada masyarakat.

"Intinya kita menghibur masyarakat," ujar Vivian, menegaskan bahwa panggung kemerdekaan menjadi ruang untuk mempertemukan nostalgia musik masa lalu dengan hiburan generasi sekarang.

Di sisi lain, Mardi Sihombing membawa kisah perjuangan dari Medan menuju Jakarta. Berangkat dari Sumatera Utara dengan harapan membangun karier dan membuat album, Mardi akhirnya terus bertahan di dunia hiburan hingga saat ini.

Sebagai penyanyi yang pernah menorehkan prestasi di ajang Bintang Radio dan Televisi Sumatera Utara, Mardi menilai menjaga eksistensi sebagai penghibur tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan vokal.

Menurutnya, penampilan harus tetap menarik, etika harus dijaga, dan kesehatan menjadi modal utama. Apalagi sebagai penghibur senior, aktivitas naik turun panggung membutuhkan kondisi tubuh yang prima.

"Yang penting penampilan, etika, dan kesehatan harus dijaga," kata Mardi.

Ketiganya juga memiliki kenangan khusus dengan Ancol. Bagi Vivian, kawasan Ancol menyimpan memori sejak dirinya masih meniti karier. Ia mengenang masa ketika dirinya bersama keluarga dan teman-teman menikmati suasana pantai sambil bernyanyi bersama.

Kenangan tersebut menjadi bagian dari perjalanan panjangnya sebagai penyanyi yang telah puluhan tahun berkarier di dunia hiburan.

Sementara bagi Ozy, kemerdekaan memiliki makna yang lebih luas. Ia menilai masyarakat saat ini harus kembali membangun semangat perjuangan karena tantangan yang dihadapi bangsa tidak selalu berbentuk peperangan.

lMardi pun memilih optimisme sebagai bekal menghadapi masa depan. Baginya, masyarakat tidak boleh hanya menunggu keadaan berubah, tetapi harus berani berjuang dari diri sendiri.

Kehadiran Ozy, Vivian, dan Mardi akhirnya menjadi warna tersendiri dalam perayaan kemerdekaan di Ancol. Tiga generasi pengalaman dalam dunia hiburan tersebut membuktikan bahwa usia bukan penghalang untuk terus berkarya dan menghibur masyarakat.

Dari panggung kemerdekaan, pesan mereka sederhana: Indonesia boleh terus berubah, tetapi semangat untuk berkarya, berjuang, dan menghibur masyarakat harus tetap menyala.

© 2025 indonews.id.
All Right Reserved
Atas