Jakarta, INDONEWS.ID - Musik anak-anak pernah menjadi bagian penting dalam perjalanan musik Indonesia. Namun, seiring perubahan zaman, lagu yang benar-benar dibuat khusus untuk anak semakin sulit ditemukan. Kondisi inilah yang membuat pencipta lagu Wahyu WHL kembali menaruh perhatian serius pada musik anak-anak.
Setelah bertahun-tahun berkarya di musik pop dan sempat banyak menggarap lagu remix, Wahyu justru menemukan gairah baru dengan menciptakan lagu untuk generasi yang lebih muda. Dalam sekitar lima tahun terakhir, ia mulai konsisten mengembangkan karya yang memang dirancang untuk dinikmati anak-anak.
Menurut Wahyu, keputusan tersebut berawal dari keinginannya menghadirkan kembali lagu yang sesuai dengan dunia anak. Ia menilai anak-anak seharusnya memiliki lagu sendiri, bukan sekadar mengikuti lagu yang sebenarnya dibuat untuk pendengar dewasa.
“Harapan saya, biarkan anak-anak menyanyikan lagunya sendiri. Jangan sampai anak-anak menyanyikan lagu dewasa. Anak-anak harus punya lagu sendiri,” ujar Wahyu WHL.
Bagi Wahyu, membuat lagu anak bukan perkara sederhana. Karakter musik, lirik, melodi hingga tema harus disesuaikan dengan usia pendengarnya. Karena itu, ia tidak hanya membuat satu jenis lagu, tetapi mulai memikirkan karya berdasarkan kelompok usia anak.
Salah satu karya terbarunya adalah “Balon Warna-warni”, yang ditujukan bagi anak-anak usia sekitar 5 hingga 6 tahun. Ke depan, Wahyu bahkan ingin membuat lagu untuk anak usia lebih dini, termasuk sekitar dua tahun.
“Lagu pop dan lagu anak-anak itu berbeda. Kita harus memikirkan bagaimana membuat anak suka dengan lagunya. Temanya bisa tentang malam, alam, binatang, dan hal-hal yang dekat dengan kehidupan anak,” tuturnya.
Menariknya, Wahyu melihat era digital sebagai peluang untuk menghidupkan kembali musik anak. Kehadiran berbagai platform digital membuat lagu anak memiliki ruang distribusi yang jauh lebih luas dan bisa langsung menjangkau keluarga serta anak-anak.
Ia berharap semakin banyak musisi dan pencipta lagu ikut mengambil bagian dalam gerakan tersebut. Momentum Hari Anak Nasional pun dinilainya bisa menjadi salah satu pintu untuk kembali memperkenalkan lagu-lagu anak kepada masyarakat.
Bagi Wahyu, menggarap musik anak bukan berarti meninggalkan dunia musik yang selama ini membesarkan namanya. Justru, ia ingin memberikan warna baru sekaligus ikut mengisi kekosongan lagu yang memang diperuntukkan bagi anak-anak.
“Kalau bisa musik anak-anak ini digalakkan lagi. Anak-anak sekarang harus punya lagu sendiri yang sesuai dengan dunianya,” kata Wahyu.
Lewat karya-karyanya, Wahyu berharap musik anak kembali mendapatkan tempat. Bukan hanya sebagai hiburan, tetapi juga sebagai bagian dari masa kecil yang kelak menjadi kenangan bagi generasi berikutnya.