Batavia FC Libas Bintang Ragunan 5-0, Dua Pelatih Maklumi Pola belum Dijalankan
Reporter: rio apricianditho
Redaktur: indonews
Jakarta, INDONEWS.ID - Adu strategi dua pelatih di Liga Jakarta U-17 tak berjalan sesuai dengan skema yang mereka susun, Batavia FC diharapkan memainkan 3-4-3 sementara Bintang Ragunan menyiapkan blocker dan pengganggu serangan di barisan belakang. Namun skenario itu tak berjalan di lapangan, Bintang Ragunan menelan kekalahan 0-5 dari Batavia FC, Minggu (30/08).
Laga antara Batavia FC melawan Bintang Ragunan masuk minggu keenam Liga Jakarta U-17, kompetisi ini merupakan upaya pembinaan pemain muda, selama ini belum ada kompetisi usia dini yang bergulir rutin, bakat-bakat muda itu hanya berlatih di SBB atau Akademi Sepakbola jarang merasakan atmosfir pertandingan secara real. Maka ada kegugupan saat menerapkan strategi pelatih.
Meski belum menerapkan strategi pelatih, kedua tim bermain lumayan baik, kerja sama tim berjalan dari kaki ke kaki. Di laga tersebut Batavia FC menciptakan 5 gol ke gawang Bintang Ragunan, secara individu pemain Batavia sedikit diatas pemain Bintang Ragunan.
Ada 1 gol cukup mengesankan, saat kiper Batavia nyaris blunder memainkan bola di kotak pinalti dan hampir direbut lawannya, ia giring hingga mendekati garis tengah lalu over lambung ke pemain depan, diterima dan diover ke striker Batavia, sekali sepak gol pun tercipta hanya lewat 3 kali sentuhan.
Usai pertandingan, pelatih Bintang Ragunan Tengku Khirul mengakui keunggulan lawannya, dengan rendah hati mengatakan, teknik anak asuhnya masih dibawah Batavia FC, baik kerja sama tim maupun secara individu, termasuk stamina.
Menurutnya, ia paham dengan gaya bermain lawan yang punya pemain depan tangguh, untuk meredam arus bola ke gawang ia meminta dua pemain belakang sebagai blocker dan perebut bola.
"Apa yang saya siapkan tidak berjalan, ada 2 gol tercipta tanpa ada blocker. Tugas untuk siapa menjaga siapa pun tak berjalan penuh, ini akan kita evaluasi", ungkapnya.
Selain itu, Tengku juga menyinggu waktu latihan, banyak anak asuh kurang maksimal dalam latihan karena harus mengalah dengan sekolah, status pemainnya rata-rata pelajar. Kebetulan banyak pemainya tengah ikut kejuaraan futsal sekolah, dan ada beberapa pemain intinya hari ini tak main.
Sementara pelatih Batavia FC Widiantara mengatakan, secara keseluruhan ia puas dengan hasil pertandingan namun ia sedikit kecewa, tidak diterapkannya pola permainan yang diinginkan. Ia mencoba fokus di lini tengah, maka ditempatkan 4 pemain di sana.
"Kenapa saya kuatkan di tengah, karena karakter penyerang kami malas turun lebih ke bawah, untuk menghadang serangan lawan 4 pemain itu yang kita fungsikan", ujarnya.
Menurutnya, anak asuhnya masih kurang memahami instruksi pelatih, mereka masih main dengan pola yang biasa mereka mainkan, apa yang kita skenariokan belum berjalan lancar. Maka menghadapi puteran kedua nanti, pihaknya akan fokus dengan menggiring bola dan terus menekan pertahanan lawan.