Olah Raga

Eks Gelandang Real Betis Soroti Liga Jakarta U-17: Talenta Muda Harus Banyak Bermain, Bukan Sekadar Berlatih

Oleh : rio apricianditho - Sabtu, 08/08/2026 15:59 WIB


Carlos M bersana pelatih Maman asyik berbicara terkait pembinaan usia muda.
Carlos M bersana pelatih Maman asyik berbicara terkait pembinaan usia muda.

Jakarta, INDONEWS.ID – Liga Jakarta U-17 mendapat perhatian dari mantan gelandang bertahan Real Betis, Carlos M. Malgares. Menurutnya, kompetisi usia muda seperti ini memiliki peran penting dalam membuka jalan bagi pesepak bola muda Indonesia untuk berkembang dan mendapatkan pengalaman sebanyak mungkin.


Carlos menilai, pemain muda tidak akan berkembang maksimal jika hanya mengandalkan latihan. Mereka membutuhkan pertandingan kompetitif secara rutin untuk mengasah kemampuan, membaca permainan, hingga belajar mengambil keputusan di lapangan.


“Anak-anak harus banyak bermain. Kalau hanya latihan, itu tidak cukup. Kesalahan yang terjadi saat pertandingan justru menjadi bagian dari proses untuk memperbaiki permainan mereka,” ujar Carlos saat melihat langsung gelaran Liga Jakarta U-17.


Ia menilai keberadaan kompetisi yang digelar secara berkelanjutan sangat penting karena memberikan kesempatan kepada pemain muda untuk bertemu dengan lawan yang berbeda serta menghadapi situasi pertandingan yang beragam.


Menurut Carlos, pembinaan sepak bola usia dini juga tidak boleh hanya berfokus pada kekuatan fisik. Teknik dasar seperti kontrol bola, passing, membuka ruang, mengambil posisi, hingga kemampuan bermain tanpa bola harus menjadi fondasi utama.


“Teknik dasar sangat fundamental. Kontrol dan passing tidak boleh diabaikan. Setelah itu baru kekuatan fisik dan aspek lainnya dikembangkan sesuai usia", ujar pemain yang sejak 1998 di Indonesia. 


Carlos kemudian membandingkan pola pembinaan usia muda di Spanyol. Menurutnya, pemain muda di sana sudah diarahkan untuk memahami permainan secara bertahap. Pada usia tertentu, mereka mulai dikenalkan dengan struktur permainan, bagaimana bergerak tanpa bola, mengisi ruang kosong, hingga memahami cara menciptakan keunggulan melalui permainan kolektif.


“Sepak bola bukan hanya soal siapa yang bisa melewati tiga atau empat pemain. Yang penting adalah pemain mengerti permainan, tahu kapan harus mengambil posisi dan bagaimana membuat bola bergerak dengan cepat”, tutur mantan utusan PBB bidang HAM. 


Ia juga menyoroti pentingnya kompetisi reguler bagi pemain usia 12 hingga 18 tahun. Dengan pertandingan yang berlangsung sepanjang tahun, perkembangan pemain dapat dipantau secara lebih konsisten.


Karena itu, Carlos mengapresiasi penyelenggaraan Liga Jakarta U-17. Baginya, kompetisi tersebut bukan sekadar turnamen, melainkan ruang bagi anak-anak untuk menunjukkan kemampuan, mengejar cita-cita, sekaligus membuka peluang menuju jenjang sepak bola yang lebih tinggi.


“Kalau kita mau mencari kekurangan dalam sebuah kompetisi, pasti ada. Tetapi saya justru bersyukur ada orang yang berani menyelenggarakanny. Yang paling penting adalah anak-anak mendapat kesempatan untuk menunjukkan kemampuan dan kemauan mereka”, ujar 

Pria Spanyol beristeri perempuan suku Batak. 


Carlos berharap Liga Jakarta dan kompetisi usia muda lainnya dapat digelar secara konsisten. Menurutnya, semakin sering pemain muda bertanding, semakin besar pula peluang mereka menemukan tempat di dunia sepak bola profesional.


Ia pun berharap para pemain yang tampil di Liga Jakarta U-17 nantinya mampu berkembang hingga menembus level profesional, termasuk Liga 1 Indonesia.


“Anak-anak ini harus terus diberikan kesempatan bermain. Dari kompetisi seperti inilah mereka bisa berkembang, menemukan pengalaman, dan suatu hari nanti menemukan tempatnya di sepak bola Indonesia,” pungkas Carlos, saat mennemani putera keduanya yang ikut bermain di liga U-17.

Artikel Lainnya