indonews

indonews.id

Fisik Hampir Rampung, AMDAL Sekolah Rakyat Masih Berproses

Proyek Sekolah Rakyat Tana Toraja senilai Rp241,3 miliar nyaris rampung, namun AMDAL masih berproses. PMKRI desak pihak berwenang memastikan kepatuhan lingkungan

Reporter: Alvin Demianus
Redaktur: Rikard Djegadut
zoom-in Fisik Hampir Rampung, AMDAL Sekolah Rakyat Masih Berproses
Proyek Pembangunan Gedung Sekolah Rakyat di Tana Toraja

Tana Toraja, INDONEWS.ID — Pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Tana Toraja senilai Rp241,3 miliar kembali menjadi sorotan. Meski pekerjaan fisik di lokasi proyek telah mendekati rampung, dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) disebut masih dalam proses.


Sebelumnya, Milton Lando, Presidium Gerak Kemasyarakatan PMKRI Cabang Toraja, mendesak pihak berwenang memastikan pemenuhan AMDAL proyek tersebut. Desakan itu disampaikan setelah Kepala Dinas Sosial Tana Toraja, dr. Adriana Saleng, mengakui bahwa AMDAL masih dalam proses.


Hal senada disampaikan Febry dari pihak kontraktor. Ia menyebut pihaknya masih menunggu penyelesaian AMDAL dari Dinas Sosial.


Pantauan awak media Indonews.id, Senin (31/8/2026), di lokasi proyek Jalan Masuk Bandara Toraja, Buntu Mapongka, Lembang Marinding, Kecamatan Mengkendek, menunjukkan sejumlah pekerjaan masih berlangsung, seperti penyelesaian pagar, gerbang, beberapa gedung, dan penataan halaman.


Persoalan ini menjadi perhatian karena proyek yang dikerjakan Waskita–FYP Karya Perdana tersebut memiliki masa kontrak 180 hari kalender sejak 17 November 2025, namun hingga akhir Agustus 2026 pekerjaan masih berjalan.


Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai kesesuaian antara progres pekerjaan fisik dengan pemenuhan dokumen lingkungan serta status perpanjangan waktu kontrak.


Hingga berita ini diterbitkan, pihak kontraktor yang hendak dikonfirmasi tidak berada di lokasi. Publik menantikan kejelasan dari pihak terkait mengenai status AMDAL dan dasar kelanjutan pekerjaan proyek tersebut.


© 2025 indonews.id.
All Right Reserved
Atas