TPNPB Kodap XVI Yahukimo Umumkan Duka Nasional, Sebut 4 Anggotanya Tewas
TPNPB Komando Daerah Pertahanan (Kodap) XVI Yahukimo mengumumkan duka nasional setelah empat anggotanya tewas dalam kontak tembak dengan tim gabungan TNI-Polri di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, Selasa (1/9/2026).
Reporter: Rikard Djegadut
Redaktur: Rikard Djegadut
Jakarta, INDONEWS.ID – TPNPB Komando Daerah Pertahanan (Kodap) XVI Yahukimo mengumumkan duka nasional setelah empat anggotanya tewas dalam kontak tembak dengan tim gabungan TNI-Polri di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, Selasa (1/9/2026).
Juru Bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom, mengatakan empat anggota tersebut merupakan bagian dari Batalyon Edensawi. Menurut Sebby, pengumuman duka nasional disampaikan berdasarkan laporan Komandan Operasi TPNPB Kodap XVI Yahukimo, Mayor Kopitua Heluka.
“Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB telah menerima laporan resmi dari Komandan Operasi TPNPB Kodap XVI Yahukimo, Mayor Kopitua Heluka dari medan perang di Yahukimo bahwa secara resmi mengumumkan duka nasional kepada semua pihak atas gugurnya empat anggota TPNPB Kodap XVI Yahukimo,” kata Sebby dalam pesan elektronik dilansir Jubi.com Kamis (3/9/2026).
Sebby menyebut keempat anggota yang tewas yakni Marsel Helembo (21), Eris Hubusa (18), Alpius alias Moso Sama (22), dan Ampol alias Ampuluak Yual (21).
TPNPB menyatakan keempatnya gugur dalam peristiwa kontak tembak pada 1 September 2026. Sebby kemudian menyampaikan duka kepada seluruh pasukan TPNPB di 36 Kodap di Tanah Papua.
“Gugurnya empat pasukan TPNPB Kodap XVI Yahukimo dari Batalyon Edensawi dalam medan perang di Yahukimo demi merebut kembali kemerdekaan bangsa Papua pada 1 Desember 1961, kami secara resmi mengumumkan duka nasional kepada seluruh pasukan TPNPB di 36 Kodap di Tanah Papua dan pejuang kemerdekaan bangsa Papua dimanapun berada,” ujarnya.
Sebby juga menyampaikan terima kasih kepada keluarga keempat anggota tersebut serta pihak-pihak yang membantu proses evakuasi jenazah. Dia mengatakan keempat jenazah telah dibawa dari RSUD Dekai untuk menjalani prosesi pemakaman pada Rabu (2/9/2026) di Yahukimo.
Versi Aparat
Sementara itu, aparat menyatakan kontak tembak terjadi ketika personel gabungan Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 dan Polres Yahukimo melakukan penindakan terhadap kelompok bersenjata di kawasan Kantor KPU Lama, Jalan Miyaro, Distrik Dekai.
Kepala Satgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Yusuf Sutejo, mengatakan penindakan dilakukan setelah aparat memperoleh informasi mengenai rencana konsolidasi kelompok yang diduga merupakan pasukan Batalyon Eden Sawi pimpinan Wadanyon Habis Nare.
Menurut Yusuf, saat personel tiba di lokasi sekitar pukul 16.35 WIT, mereka mendapat gangguan tembakan dari kelompok tersebut sehingga terjadi kontak tembak. Dalam peristiwa itu, empat orang tewas dan sejumlah barang bukti, termasuk satu pucuk senjata api dan 11 amunisi, diamankan.
“Penindakan tersebut merupakan bagian dari upaya penegakan hukum terhadap pihak-pihak yang diduga terlibat dalam sejumlah tindak pidana di wilayah Yahukimo,” kata Yusuf, Rabu (2/9/2026).
Aparat juga menyebut sejumlah anggota kelompok tersebut masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) terkait dugaan tindak pidana di wilayah Yahukimo.
Kontak tembak antara aparat dan kelompok bersenjata tersebut terjadi di tengah operasi penegakan hukum di Dekai, Yahukimo. TPNPB kemudian menyatakan empat orang yang tewas merupakan anggotanya dari Batalyon Edensawi dan menetapkan peristiwa tersebut sebagai momentum duka nasional.