indonews

indonews.id

Sindir Jenderal dan Konglomerat Jakarta, Gubernur Elisa: Kami Tinggal di Papua, Tapi Lahan Habis Dikuasai Orang Luar

Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu menyoroti persoalan penguasaan lahan dan hutan di Papua yang dinilai semakin jauh dari masyarakat adat. Pernyataan tersebut disampaikan Elisa saat menghadiri PAPEDA Summit 2026, Rabu (2/9/2026).

Reporter: Rikard Djegadut
Redaktur: Rikard Djegadut
zoom-in Sindir Jenderal dan Konglomerat Jakarta, Gubernur Elisa: Kami Tinggal di Papua, Tapi Lahan Habis Dikuasai Orang Luar
Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu (Foto: Ist)

Jakarta, INDONEWS.ID – Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu menyoroti persoalan penguasaan lahan dan hutan di Papua yang dinilai semakin jauh dari masyarakat adat. Pernyataan tersebut disampaikan Elisa saat menghadiri PAPEDA Summit 2026, Rabu (2/9/2026).

Dalam forum yang turut dihadiri Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan serta sejumlah petinggi TNI itu, Elisa menyinggung kondisi masyarakat Papua yang justru harus menyewa atau mengontrak di atas tanah leluhur mereka. Elisa menyebut penguasaan lahan di Papua tidak jarang melibatkan pengusaha besar dan pihak dari luar Papua.

“Kami tinggal di Papua ini tapi hutan sudah habis, sebab semuanya dikuasai oleh para konglomerat dan orang-orang luar,” kata Elisa dalam sambutannya.

Ia juga menyinggung aktivitas pertambangan di Papua yang menurutnya kerap berujung pada temuan mengenai keterlibatan pemilik modal besar.

“Nanti kalau ada tambang di Papua, setelah dicek pemilik itu jenderal dan pengusaha,” ujarnya.

Atas kondisi tersebut, Elisa meminta pemerintah memberikan perlindungan lebih kuat terhadap tanah adat dan hutan Papua. Menurut dia, keberadaan masyarakat adat harus menjadi pertimbangan utama dalam setiap kebijakan yang berkaitan dengan pengelolaan sumber daya alam di Papua, termasuk di wilayah Papua Barat Daya.

Tiga Dekade Mengabdi di Papua

Elisa Kambu merupakan mantan Bupati Asmat yang kemudian terpilih sebagai Gubernur Papua Barat Daya pada Pilkada 2024. Ia mulai menjalankan tugas sebagai gubernur pada Februari 2025.

Sebelum memimpin Papua Barat Daya, Elisa menghabiskan sebagian besar kariernya sebagai birokrat dan pejabat pemerintahan di Papua. Ia mengawali karier sebagai tenaga pendamping program dari Bappenas. Setelah itu, Elisa pernah menjabat Kepala Subbagian Tata Usaha Sekretariat Daerah Kabupaten Merauke.

Kariernya kemudian berlanjut sebagai Kepala Distrik Fayit dan Kepala Distrik Agats. Ia menjalankan tugas di dua wilayah tersebut selama sekitar enam tahun. Pada 2010, Elisa dipercaya menduduki posisi Sekretaris Daerah Kabupaten Asmat. Enam tahun kemudian, ia terpilih sebagai Bupati Asmat dan memimpin kabupaten tersebut selama dua periode.

Elisa lahir di Ayamaru pada 12 Maret 1964. Ia menempuh pendidikan dasar di SD YPK Arus Ayamaru dan melanjutkan pendidikan di SMP Negeri Ayamaru serta SMA Negeri 413 Sorong. Pendidikan tingginya ditempuh di Universitas Cenderawasih. Elisa meraih gelar Sarjana Sosial dari Jurusan Administrasi Negara, FISIP, pada 1994.

Di luar pemerintahan, Elisa juga pernah memperoleh Brevet Hiperbarik pada 2025. Brevet tersebut merupakan kualifikasi di bidang kesehatan penyelaman dan hiperbarik yang dianugerahkan oleh TNI Angkatan Laut.

Kini, sebagai Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu menghadapi tantangan besar dalam mengawal pembangunan daerah sekaligus memastikan kepentingan masyarakat adat dan pengelolaan sumber daya alam tetap menjadi perhatian utama pemerintah daerah.

© 2025 indonews.id.
All Right Reserved
Atas