Produksi Kebun Bukit Kausar Tumbuh Positif, Perbaikan Operasional dan SDM Jadi Kunci
Produksi Kebun Bukit Kausar Tumbuh Positif, Perbaikan Operasional dan SDM Jadi Kunci
Reporter: luska
Redaktur: Rikard Djegadut
Jambi, INDONEWS.ID – Kebun Bukit Kausar PTPN IV Regional IV mencatatkan kinerja produksi yang positif hingga Agustus 2026. Di bawah kepemimpinan Manajer Kebun Bukit Kausar, Ereskayanto, capaian produksi secara year-on-year (YoY) sampai dengan Agustus 2026 mencapai 113 persen dibandingkan periode yang sama sampai dengan Agustus 2025, atau menunjukkan pertumbuhan sekitar 13 persen.
Capaian tersebut merupakan hasil dari serangkaian pembenahan yang dilakukan secara bertahap, mulai dari perbaikan areal, penguatan infrastruktur, peningkatan kompetensi sumber daya manusia hingga pemenuhan fasilitas pendukung bagi pekerja.
Manajer Kebun Bukit Kausar, Ereskayanto, mengatakan peningkatan produksi tidak hanya bertumpu pada upaya mengejar target, tetapi juga dilakukan melalui perbaikan menyeluruh terhadap faktor-faktor yang mendukung kegiatan operasional di lapangan.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah pembenahan areal perkebunan agar potensi produksi dapat digali secara lebih maksimal. Perbaikan infrastruktur, khususnya akses yang menunjang kegiatan panen dan pengangkutan hasil produksi, juga terus dilakukan untuk meningkatkan efektivitas serta kelancaran operasional.
Di sisi sumber daya manusia, manajemen secara konsisten melaksanakan coaching dan mentoring kepada seluruh tim, termasuk para pemanen. Pendampingan tersebut diarahkan untuk meningkatkan pemahaman mengenai teknik penggalian produksi yang tepat, disiplin kerja, kualitas panen serta tanggung jawab terhadap areal masing-masing.
“Peningkatan produksi harus dibangun melalui proses. Bukan hanya bagaimana mengejar angka produksi, tetapi bagaimana membenahi areal, memperbaiki infrastruktur, meningkatkan kompetensi pekerja dan menciptakan lingkungan kerja yang baik,” ujar Ereskayanto.
Manajemen Kebun Bukit Kausar juga memberikan perhatian terhadap fasilitas pendukung pekerja. Pemenuhan dan perbaikan alat panen, rumah tinggal, rumah ibadah, pelayanan kesehatan hingga fasilitas olahraga terus dilakukan secara bertahap guna menciptakan lingkungan kerja yang lebih nyaman dan kondusif.
Menurut Ereskayanto, kenyamanan dan kesejahteraan pekerja memiliki keterkaitan dengan produktivitas. Ketika kebutuhan dasar dan sarana pendukung pekerja diperhatikan, diharapkan tumbuh rasa memiliki, semangat kerja serta komitmen yang semakin kuat terhadap perusahaan.
Selain itu, manajemen juga terus menjalankan proses peningkatan status pekerja secara bertahap dengan tetap memperhatikan ketentuan, kebutuhan organisasi serta mekanisme perusahaan yang berlaku.
Pendekatan sosial turut menjadi bagian dari pengelolaan Kebun Bukit Kausar. Melalui program “Mengetuk Pintu Langit”, manajemen memberikan perhatian dan bantuan kepada pekerja maupun keluarga pekerja yang sedang mengalami kesulitan.
Program tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kepedulian dan kebersamaan di lingkungan kebun, sekaligus memperkuat hubungan antara manajemen dengan seluruh pekerja.
Kombinasi pembenahan operasional, peningkatan kualitas sumber daya manusia, perbaikan fasilitas serta penguatan kepedulian sosial tersebut mulai memberikan hasil positif terhadap kinerja Kebun Bukit Kausar.
Manajemen berharap tren positif hingga Agustus 2026 tersebut dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan sampai akhir tahun dengan tetap mengedepankan produktivitas, keselamatan kerja, kesejahteraan pekerja serta tata kelola perusahaan yang baik.
“Target kami adalah membangun kinerja yang berkelanjutan. Produksi yang baik harus berjalan seiring dengan perbaikan sistem kerja, peningkatan kualitas SDM dan perhatian terhadap pekerja,” tutup Ereskayanto.