indonews

indonews.id

Empat Kluster Ludes, ASRI Kembali Gebrak Pasar Hunian Alam Sutera 2 lewat RYIL

Tren hunian di kawasan perkotaan terus bergerak. Rumah tak lagi sekadar dipandang sebagai tempat untuk beristirahat, tetapi juga dituntut mampu menghadirkan ruang yang mendukung kesehatan, aktivitas keluarga, interaksi sosial, sekaligus memberi kedekatan dengan lingkungan alam. Perubahan preferensi tersebut mendorong pengembang untuk menghadirkan konsep hunian yang semakin adaptif terhadap gaya hidup masyarakat urban.

Reporter: Rikard Djegadut
Redaktur: Rikard Djegadut

Jakarta, INDONEWS.ID – Tren hunian di kawasan perkotaan terus bergerak. Rumah tak lagi sekadar dipandang sebagai tempat untuk beristirahat, tetapi juga dituntut mampu menghadirkan ruang yang mendukung kesehatan, aktivitas keluarga, interaksi sosial, sekaligus memberi kedekatan dengan lingkungan alam. Perubahan preferensi tersebut mendorong pengembang untuk menghadirkan konsep hunian yang semakin adaptif terhadap gaya hidup masyarakat urban.

PT Alam Sutera Realty Tbk. (ASRI) menangkap perubahan itu melalui peluncuran RYIL, kluster kelima di kawasan Sutera Rasuna, Alam Sutera 2, Tangerang. RYIL membawa konsep Green-Yard Living in the Tropics, yang memadukan desain tropis modern dengan ruang terbuka di dalam hunian. Salah satu fitur utamanya adalah inner courtyard, yang dirancang untuk meningkatkan pencahayaan alami, sirkulasi udara, sekaligus menciptakan konektivitas antara ruang dalam dan luar rumah.

Peluncuran RYIL dilakukan setelah empat kluster sebelumnya di Sutera Rasuna, yakni YMMA, KOZA, VOLA, dan PHILO, disebut telah terjual habis. Pengembangan Sutera Rasuna merupakan bagian dari ekspansi ASRI di kawasan Alam Sutera 2. Dalam laporan dan materi perusahaan, Sutera Rasuna menjadi salah satu proyek residensial utama perseroan di Tangerang.

Direktur Pemasaran Alam Sutera Group Lilia S. Sukotjo mengatakan pengembangan RYIL mempertimbangkan perubahan preferensi konsumen terhadap hunian yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal, tetapi juga mendukung kesehatan, aktivitas keluarga, dan kehidupan komunitas.

“RYIL kami hadirkan dengan melihat tren gaya hidup masa kini, di mana masyarakat semakin memperhatikan kesehatan, kedekatan dengan alam, dan kehidupan berkomunitas,” ujar Lilia.

Pengembangan produk residensial menjadi bagian penting dalam strategi bisnis ASRI pada 2026. Berdasarkan materi presentasi perusahaan, ASRI menetapkan target marketing sales 2026 sebesar Rp2,8 triliun. Dari target tersebut, segmen residensial ditargetkan menyumbang Rp2,3 triliun, sedangkan Rp500 miliar berasal dari segmen komersial.

Sutera Rasuna menjadi salah satu produk residensial yang dikembangkan untuk memperluas pasar ASRI di Alam Sutera 2. Sebelumnya, perseroan juga menyebut kawasan tersebut sebagai bagian dari ekspansi pengembangan dengan segmentasi harga yang lebih terjangkau dibandingkan sejumlah produk premium Alam Sutera.

RYIL menawarkan lima tipe rumah, mulai dari PRIM, SECA, TRIA, QUARA, hingga QUINA. Luas tanah yang tersedia berkisar 50 meter persegi hingga 168 meter persegi, sedangkan luas bangunan mencapai 51 meter persegi hingga 133 meter persegi.

Konsep ruang terbuka menjadi salah satu pembeda produk tersebut. Pada tipe tertentu, ASRI menghadirkan rear garden deck, extended rear garden, central garden, hingga inner courtyard.

Selain hunian, RYIL dilengkapi fasilitas komunal seperti kolam renang, sports lounge, taman bermain anak, dan lapangan padel. Kehadiran lapangan padel menjadi salah satu strategi pengembang untuk mengakomodasi tren gaya hidup aktif sekaligus meningkatkan daya tarik kawasan bagi konsumen.

Strategi pengembangan RYIL tidak hanya mengandalkan produk rumah, tetapi juga ekosistem kawasan Alam Sutera yang telah berkembang sebagai kawasan terpadu.

Alam Sutera memiliki berbagai fasilitas komersial, pendidikan, kesehatan, dan rekreasi. Beberapa di antaranya adalah AEON Store, IKEA, Jakarta Premium Outlets, Mall @ Alam Sutera, BINUS Alam Sutera, Swiss German University, Sekolah St. Laurensia, serta RS EMC Alam Sutera.

ASRI juga mengandalkan pengembangan infrastruktur untuk memperkuat konektivitas kawasan. Pengembangan flyover yang menghubungkan Alam Sutera 1 dan Alam Sutera 2 serta rencana MRT Fase 3 Barat-Timur disebut berpotensi meningkatkan aksesibilitas kawasan.

Dari sisi akses jalan tol, RYIL berada di kawasan yang dapat menjangkau Gerbang Tol Pinang 2 dalam waktu sekitar 10 menit dalam kondisi lalu lintas normal. Sementara perjalanan menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta disebut sekitar 20 menit.

Secara korporasi, Alam Sutera merupakan salah satu proyek utama ASRI. Perseroan juga memiliki sejumlah proyek lain, antara lain Suvarna Sutera, Kota Ayodhya, Sawangan, serta proyek properti komersial dan perkantoran.

Insentif Pembelian

Untuk mendorong penjualan RYIL pada tahap awal pemasaran, ASRI memberikan sejumlah insentif melalui program Pre-Launching Privilege yang berlangsung pada 20 Agustus hingga 30 September 2026.

Calon konsumen berkesempatan mendapatkan voucher furnitur IKEA senilai Rp15 juta, AC untuk setiap kamar, serta subsidi biaya akad kredit hingga Rp35 juta dengan syarat dan ketentuan berlaku.

ASRI juga menggandeng sejumlah bank untuk menyediakan pilihan pembiayaan bagi calon pembeli, antara lain BCA, BNI, BTN, Bank Mandiri, Bank Danamon, Maybank, NOBU National Bank, BRI, UOB, OCBC NISP, dan Bank Mayapada.

Sementara itu, show unit RYIL dijadwalkan dibuka untuk umum pada September 2026. Peluncuran RYIL menjadi bagian dari upaya menjaga momentum penjualan residensial sekaligus memperluas pilihan produk di kawasan Alam Sutera 2. Dengan pengembangan kluster secara bertahap, perseroan dapat mengoptimalkan potensi lahan dan ekosistem kawasan yang telah dibangun dalam jangka panjang.

© 2025 indonews.id.
All Right Reserved
Atas