indonews

indonews.id

Pameran Foto Tjandra Moh. Amin, MEMINDAHKAN MATA KE GAMBAR EKSOTIK, CANTIK dan INDAH

Reporter: indonews
Redaktur: indonews

Selama ini, mBah Coco memegang kamera, hanya sebatas ingin tahu, hingga ingin mengabadikan gambar-gambar dari kamera ke hasilnya yang dicetak. Mungkin, dulu, ada jaman istilah cuci film di kamar gelap. Namun, Tjandra Moh. Amin terkesan memindahkan sudut mata memandang, ke gambar eksotis, futuritisk dan enak dilihat berlama-lama.

Bagi fotografer, mengambil gambar-gambar dari cabang olahraga, mungkin setiap pembidik kamera, tidak gampang. Pengalaman mBah Coco menilai, fotografer yang hebat dalam memotret skuel sudut keindahan olahraga, yang tersulit, sejatinya ketika meliput cabang sepakbola dan balap sepeda. Khususnya, saat ketepatan jepret sudut gerakan.

Hilang sedetik gerakan sepakbola dan balap sepeda. Hasilnya, hilang selamanya, termasuk estetika sudut gerakan yang paling sulit pun, musnah, bro! 

Momentum mengambil keputusan itulah, yang ada dalam suasana bathin Tjandra Moh. Amin, fotografer profesional serba bisa. Dan, Tjandra bagi mBah Coco, selalu lebih unggul menjepret momentum gerakan sepakbola dan balap sepeda, ketimbang fotografer lainnya, di tempat dan lokasi yang sama.

Fakta dan bukti otentiknya. Salah satu jepretan Tjandra Amin, yang paling monumental buat mBah Coco, saat dirinya diutus manajemen Tabloid BOLA, meliput Piala Asia 1996, di Uni Emirat Arab.

Saat itu, pertandingan Grup A, yang dihuni tuan rumah Uni Emirat Arab, Kuwait dan Korea Selatan. Di partai kedua, Indonesia vs Kuwait, 4 Desember 1996, sekitar pukul 7 malam waktu, Stadion Sheikh Syaed, Abu Dhabi. Gerakan striker tim nasional Indonesia, Widodo C Putra mengambil ancang-ancang salto, saat menerima umpan dari Ronny Wabia, dan membuah gol spetakuler, menit ke-20.

Tjandra, bayangan mBah Coco, seperti ditakdirkan mampu mengambil posisi yang benar-benar klimaks, saat mejepret gol salto, dari pemain nomor 7 dari Petrokimia Gresik tersebut. Hasilnya, gol salto Widodo saat diterbitkan BOLA, edisi 665, Jumat, 13 Desember 1996, oplag tabloid pertama di Indonesia, membludak.

FIFA dan AFC, menilai gol Widodo C Putra, yang kini sebagai pelatih PSIS Semarang, akhirnya dinobatkan sebagai gol terbaik dan tercantik, sepanjang sejarah Asian Cup sampai hari ini. Dan, gol tendangan salto tersebut, bisa diabadikan sendirian oleh mata dan kamera Tjandra Moh. Amin. Dahsyat!

Hanya Tjandra, yang ditakdirkan dapat gambar tersebut, sendirian. Sumpeh, lu!

Hampir semua cabang olahraga yang pernah dijepret Tjandra, selalu dari sudut pandang yang berbeda, dari kebanyakan fotografer olahraga di Indonesia. Ini bukan sanjungan, ini kenyataan, pantas dapat aplusss !

Bagi mBah Coco, seorang jurnalis atau fotografer yang handal, memiliki puncak karirnya sebagai legacy (warisan) untuk anak cucunya. Yaitu, mahakarya, yang dibukukan. Dalam format yang berbeda, Tjandra, justru membuat karya bukunya, yang berisi jejak grup band SLANK, bertajuk “Tanpa Batas.”

Isi bukunya, tentang keseharian para musisi Slank, sepanjang tujuh tahun, yang bermarkas di Gank Potlot, Duren Tiga, Jakarta Selatan, sejak 2000 – 2007. Kebetulan, Tjandra berbaik hati memberi kado buat mBah Coco. Pekerjaan peliput fotografer semua olahraga. Hobinya, mendokumentasikan musik.

Hanya Tjandra yang bisa begini! mBah Coco, meminjam kalimat dedengkot jurnalis, Aswendo Atmowiloto.

Seminggu lagi, atau tepatnya Jumat, 6 November 2026 mendatang, Tjandra yang terkesan berkarakter egaliter, menggelar Pamerang Foto Tunggal, bertajuk “Spirit de Indonesia” yang berlangsung, 6 – 11 November 2026, di Doss, Mall Ratu Plaza, Jl. Sudirman, Jakarta Selatan.

Menggelar sendirian, cari lokasi sendirian. Membangun jaringan kampong fotografer sendirian sejak belia. Sert mencari donasi dan sponsor sendirian. Topmarkotop!

Sebagai fotografer, sosok Tjandra sudah lengkap sebagai seorang seniman, sekaligus pemotret yang “sophisticate.” Dalam bahasa fotografer, terkesan “sumptuous” yaitu mewah sesuai estetika, dan memanjakan sejauh mata memandang.

Kamera Tjandra, melahirkan banyak karya fotografer, sebagai jejak para obyek yang dipotret. Pertama, gol salto Widodo C. Putra. Yang kedua, sudah menelorkan buku tentang grup band SLANK. Dan, yang ketiga, pameran tunggal fotografer, bertajuk SPIRIT DE INDONESIA.

Pesan mBah Coco, jangan pernah lelah untuk berkarya, selama masih sehat dan asyik-asyik saja. Tabik!

Catatan:

Bagi pembaca akun mBah Coco, jika ada waktu mampir dan tengok-tengoklah pameran seminggu Tjandra. Siapa sangka, bisa dijadikan koleksi di dinding-dinding ruangan Anda.

© 2025 indonews.id.
All Right Reserved
Atas