Presiden: Hadapi Tantangan, Kita Harus Miliki Etos Kerja yang Baik

Oleh : very - Senin, 16/07/2018 15:02 WIB

Presiden Joko Widodo memberikan keterangan usai memberikan kuliah umum di Akademi Bela Negara Partai NasDem di Kawasan Pancoran Jakarta, Senin (16/7/2018). (Foto; Antara)

 

Jakarta, INDONEWS.ID - Presiden Joko Widodo mengingatkan masyarakat terutama generasi muda untuk tidak grogi atau khawatir menghadapi tantangan dan ancaman yang muncul saat ini dan mendatang.

"Rakyat kita semuanya harus memiliki sebuah etos kerja yang baik, memiliki semangat juang hidup yang tinggi, tidak gampang menyerah, tidak putus asa, melihat tantangan dan hambatan tidak grogi, menghadapi cobaan tidak ragu," kata Presiden Jokowi ketika memberikan kuliah umum di Akademi Bela Negara Partai NasDem di Jakarta, Senin (16/7/2018).

Menurut Kepala Negara, yang dibutuhkan dalam situasi saat ini adalah menjaga produktivitas. Semua manusia di Indonesia harus produktif atau menghasilkan sesuatu yang bermanfaat.

"Jangan sampai kita pesimis, gampang ragu, gampang takut menghadapi cobaan dan ujian," katanya.

Mantan gubernur DKI Jakarta itu menyebutkan ancaman dan tantangan yang datang dari luar antara lain perang dagang Amerika Serikat dengan Tiongkok.

"Revolusi Industri 4.0 juga merupakan tantangan kalau kita tidak mempersiapkan diri dan tidak bisa mengikuti. Kita harus tahu artificial intelligence, big data kita harus ngerti," katanya.

Ia menyebutkan sesuai perkiraan Mc Kinsey Institute, perubahan dalam Revolusi Industri 4.0 itu 3.000 kali lebih cepat dari revolusi industri yang pertama.

"Inilah yang kita semua harus menyadari, harus ngerti, ada juga 3d printing, membuat rumah hanya satu hari. Ini sudah ada, kita harus tahu, ada advance robotic di Changi Airport, membersihkan karpet dengan robot. Hati-hati kita kalau enggak nanti tenaga kerja diganti robot semua, kita mau kerja apa," katanya dikutip Antara.

Presiden menyanpaikan pujian atas kegiatan yang dilakukan sejumlah pihak termasuk Partai NasDem dalam membangun karakter bangsa. 

Selain ancaman dari luar, dari dalam negeri sendiri juga ada tantangan seperti radikalisme, intoleransi, korupsi, kemiskinan dan kesenjangan. 

Selain produktivitas dan etos kerja, Presiden Jokowi juga mengingatkan perlunya disiplin nasional.

Kepala Negara menilai arah dan tujuan serta target pembangunan saat ini sudah tampak jelas.

"Artinya kalau nilai nilai baru itu terus kita gaungkan, saya meyakini apa yang telah dihitung oleh Bank Dunia, oleh Mc Kinsey, Bappenas, bahwa tahun 2045 Indonesia akan menjadi masuk dalam negara empat besar ekonomi terkuat dunia akan betul betul bisa kita miliki, " katanya.

Mantan gubernur DKI Jakarta itu mengakui masih banyak yang harus diubah termasuk melalui restorasi Indonesia.

"Nilai-nilai yang lama harus diterjemahkan dalam nilai nilai baru. Nilai-nilai yang dioperasionalkan dalam praktik kehidupan sehari- hari, merombak pola pikir lama sehingga kita tidak bisa bergerak cepat memutuskan dengan cepat," katanya.

Menurut dia, Indonesia harus bersama sama melakukan reformasi yang terencana, melakukan perubahan radikal dalam strategi pemikiran, sistem sosial dan strategi kepemimpinan.

"Kalau yang kita lakukan hanya rutinitas, monoton, begini begini saja, tahu tahu negara lain sudah meninggalkan kita," katanya.

Ia menyebutkan saat ini negara tetangga di ASEAN yaitu Singapura, Thailand, Malaysia, Filipina, Vietnam, sudah meninggalkan Indonesia. 

"Jangan sampai kita ditinggalkan lagi oleh Laos dan Kamboja. Saya ingin mengingatkan untuk kita bersama sama dengan semangat tinggi dan militansi tinggi membangun negara ini bersama sama. Kita ingin yang tadi sudah meninggalkan kita Singapura, Malaysia, Filipina, Vietnam, Thailand, bisa kita lampaui semuanya dan kita berada di depan," kata Jokowi. (Very)

 

Artikel Terkait