Profile

Kisah Godi, Guru SD yang Berjalan Kaki 8 Jam Demi Membawa Buku dan Koran

Oleh : budisanten - Senin, 01/10/2018 21:22 WIB

Godi Usnaat, Siapa yang mau bawa buku ke pedalaman Papua. Kalau ada orang yang mau bawa buku harus dipikul dengan beban puluhan kilo. (Foto Abdi.K)

Papua, INDONEWS ID – Ada cerita tersendiri yang kini masih dialami Godi Usnaat. Ia rela berjalan kaki 8 jam demi mengambil koran dan buku bacaan di kota Papua.  

Lembaran-lembaran bacaan itu dibawanya untuk warga Semografi, pedalaman Papua yang butuh berita-berita terbaru.

Pria yang berkulit hitam yang berprofesi sebagai guru SD di Semografi ini membenarkan bahwa di daerah ia mengajar sangat minim akan buku bacaan dan Koran.

“Wilayah saya ini sangat terpencil dan susah untuk dijangkau. Tidak ada sarana transportasi untuk mencapai kota Papua. Hanya dapat ditempuh dengan jalan kaki. Itu pun harus melawan binatang-binatang melata, lintah dan sebagainya yang harus dilewati saya,” kata Godi yang ditemui Indonews, Minggu (31/9).

Ia sangat memaklumi akan kesulitan buku dan koran sampai di wilayahnya. Sebagai guru SD yang bertanggung jawab untuk siswanya, ia rela berjalan kaki selama 8 jam untuk menjemput informasi tersebut.

“Siapa yang mau bawa buku ke pedalaman Papua. Kalau ada orang yang mau bawa buku harus dipikul dengan beban puluhan kilo. Saya juga bawa koran dan buku bacaan semampu saya, hanya empat kilo saja sekali jalan,” ceritanya.

 

Gemar Membaca

Walaupun sulit mendapatkan buku bacaan dan surat kabar, ia yakin siswanya sangat gemar membaca. Buku bacaan yang sangat terbatas yang dimiliki di tempat ia mengajar sangat dimanfaatkan sekali untuk murid-muridnya.

“Murid saya di Semografi sangat rajin membaca. Bacaannya hanya itu-itu saja. Ketika ada koran dan buku bacaan yang baru saya bawa dari kota Papua, mereka berebut untuk membacanya. Mereka bergantian secara bergiliran untuk membaca,” katanya lagi.

Mohon Bantuan Pemerintah

Dikesempatan inilah ia sangat berharap kepada pemerintah Papua dan Pusat agar memerhatikan kondisi infrastruktur untuk menuju ke Semografi.

Dengan adanya pembangunan infrastruktur seperti jalan dan lain sebagainya dikemudian hari nanti dapat menunjang informasi yang sangat dibutuhkan untuk masyarakat dan siswa khususnya. 

“Jika sudah ada pembangunan jalan menuju ke wilayah saya, kan saya tidak harus jalan kaki mengambil bacaan ke kota. Paling tidak bisa naik motor,” kata Godi menutup pembicaraan. (Abdi.K)

Artikel Terkait