Profile

Andri Indrawarna Miliki 106 Mobil, Mewah, Klasik dan Balap

Oleh : budisanten - Sabtu, 06/10/2018 01:01 WIB

Andri Indrawarna yang memiliki 106 mobil. (Foto Abdi.K)

Jakarta, INDONEWS ID – Namanya Andri Indrawarna. Pria kelahiran Jawa Tengah ini mempunyai 106 mobil, mewah, klasik dan balap. Berikut sosoknya.

Sopan, berwibawa, dan low profile inilah figurnya saat ditemui Indonews di rumahnya, selatan Jakarta, Jumat (5/10).

Usahanya berwiraswasta di Jakarta Barat. Sejak tahun 1994 hingga sekarang ia telah memiliki 106 mobil, terdiri dari mobil mewah, seperti Hammer, Ferrari, Lambhorgini, Pontiac 1965, Ford 1938 dan Citroen.

Berawal tahun 1994. Saat ia mengunjungi Denhag. Pria berkacamata ini melihat ada miniatur mobil Ferrari F40 yang dipajang di etalase pertokoan. Miniatur tersebut sangat diminatinya. Karena itulah Andri, demikian nama panggilan untuknya ini membeli replika mobil tersebut.

“Saya ini penggemar miniatur mobil mewah, klasik, dan balap. Miniatur tersebut dengan perbandingan 1:18. Kini koleksi replika kendaraan ada 106. Pertama kali saya membeli tahun 1994, Ferrari F40 warna kuning. Jika dirupiahkan dengan harga Rp800 ribu,” kata Andri yang mempersunting Mei Dwi Ratnawati.

Berikutnya, pria yang murah senyum ini membeli miniatur Ferrari di Belanda, ketika sedang jalan-jalan. Setibanya di Tanah Air, karena fanatik dengan mobil berlogo kuda terbang itu, ia kembali membelinya.

“Beli satu, satu dan satu hingga tidak terasa sekarang ini sudah berjumlah 106 miniatur yang terdiri dari mobil klasik, mewah dan balap. Saya kecanduan miniatur mobil. Terakhir membeli Ferrari F456 Italia, tiga tahun lampau. Sebelumnya, juga membeli replika Ferrari F550, F50, dan F360 di Slovakia,” ucap bapak yang mempunyai dua putri dan seorang putra.

Selain mobil mewah, ia juga memiliki diecast miniatur mobil antik. Pontiac tahun 1965, Ford 1938 dan Citroen. Bentuknya yang sangat disukainya, antik. `Jiplakan` mobil ini juga terlihat detail perbandingannya 1:18. Dari mulai mesin, interior hingga bagasi yang bisa dibuka tutup. Begitujuga dengan kemudinya bila digerakan ke kanan, kedua roda depannya juga akan ke kanan. Menyerupai kendaraan aslinya.   

“Tempat replika itu saya letakkan di lemari kaca yang berukuran kecil. Karena saking banyaknya koleksi, akhirnya membeli lemari ukuran besar sebagai wadah koleksi miniatur kendaraan,” katanya.

Ketika ditanya, apakah sudah pernah menaiki dan mengemudikan Ferrari? Dengan senyumannya yang khas, ia bertutur, belum. Hanya pegang bodi mobil Ferrari dan Lambhorgini.

“Jika ada yang ajakin saya untuk mengemudikan Lambhorgini, saya mau ah. Oya, bila ada replika mobil yang bagus dan saya sukai akan dibeli lagi,” ucapnya mengakhiri wawancara. (Abdi.K)

Artikel Terkait