Nasional

Mendagri : Mulai Hari Ini Stop Penggunaan Bahan Plastik Sekali Pakai

Oleh : Ronald T - Selasa, 04/12/2018 05:40 WIB

Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo juga menghimbau secara khusus terhadap jajarannya, agar jangan menggunakan kemasan botol minum plastik sekali pakai ataupun sedotan plastik. Semua termasuk warung makan di lingkungan kemendagri.

Jakarta, INDONEWS.ID -  Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo menghimbau seluruh jajaran di lingkungan kemendagri untuk mengunakan bahan plastik sekali pakai.

Hal tersebut disampaikannya pada saat setelah mengikuti rapat di Kantor Kemenko Polhukam, di Jakarta, Senin (3/12/2018).

“Mengenai sampah plastik atau bahan plastik sekali pakai, memang sebagaimana isu yang cukup kuat ini, mulai hari ini kami melarang seluruh jajaran Kemendagri untuk menggunakan bahan plastik sekali pakai,  kalau mau minum pake gelas,” katanya.

Tjahjo juga menghimbau secara khusus terhadap jajarannya, agar jangan menggunakan kemasan botol minum plastik sekali pakai ataupun sedotan plastik. Semua termasuk warung makan di lingkungan kemendagri.

“Kepada semua jajaran lingkup Kemendagri dan BNPP, mulai hari ini stop minum dengan menggunakan bahan kemasan plastik sekali pakai dan sedotan plastik dalam setiap acara makan dan minum sehari-hari di lingkungan Kantor Kemendagri dan BNPP dan di acara apapun,” tegas Tjahjo.

“Ini sifatnya himbauan mulai dari internal Kemendagri dan BNPP karena masalah sampah plastik sudah pada tahap yang mengkhawatirkan bagi lingkungan," lanjutnya.

Himbauan Mendagri tentunya bukan tanpa alasan karena konsumsi kantong plastik di Indonesia memang sangat tinggi.

Menurut sejumlah sumber data, sampah plastik di Indonesia mencapai 64 juta ton per tahun. Dari jumlah itu, 3,2 juta ton merupakan sampah plastik yang dibuang ke laut. Kantong plastik yang terbuang ke lingkungan sebanyak 85 ribu ton per tahun.

Berdasarkan sumber data dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, hingga 2017 terdapat sekitar 12,7 juta ton sampah plastik di laut.

Memang tidak mungkin menghapus penggunaan kantong plastik 100%, tetapi yang paling memungkinkan adalah memakai ulang plastik, mengurangi pemakaian plastik, dan mendaur ulang sampah plastik.

Terakhir, mungkin diperlukan regulasi dari pemerintah untuk meredam laju penggunaan plastik. Selama ini, pelarangan kantong plastik merupakan kewenangan pemerintah daerah.

Namun harus juga diperkuat dengan kebijakan pemerintah pusat, untuk menekan penggunaan bahan kemasan plastik. (ronald)

 

Artikel Terkait