Korban Bom Sri Lanka Bertambah, Pelaku Belum Diketahui

Oleh : indonews - Senin, 22/04/2019 14:05 WIB

maps4news.com/HERE

Indonews.id – Sebanyak 8 ledakan bom terjadi kemarin di Sri Lanka pada minggu 21 April 2019. Beberapa serangan tersebut terjadi beruntun di beberapa tempat.

Umat Kristen dan Katolik menjadi korban terbanyak mengingat tiga buah bom terjadi di gereja ketika ibadah misa berlangsung. Jumlah umat Kristen hanya sekitar 1,3% dan Katolik 6,1% yang mana merupakan minoritas di negara dengan penduduk sekitar 22.576.592 jiwa.

 

Beberapa serangan yang terjadi kemarin antara lain:

  • Ledakan pertama terjadi di Gereja St. Anthony di Kota Kolombo bagian Utara,
  • Ledakan kedua terjadi di Gereja St. Sebastian di Kota Negombo (utara Kolombo),
  • Pasca dua ledakan pertama, ledakan berikutnya terjadi di Gereja Sion di Kota Batticaloa (pantai timur Sri Lanka),
  • Ledakan berikutnya terjadi di tiga hotel di ibu kota yakni Shangri-La Colombo, Kingsbury Hotel Colombo, Cinnamon Grand Colombo,

 

  • Kemudian pada sore hari, dua orang tewas dalam serangan di sebuah hotel di selatan Kolombo, Dehiwala (selatan Kota Kolombo)
  • Di sebuah rumah di Orugodawatta, pinggiran bagian utara Kota Kolombo, seseorang melakukan bom bunuh diri yang menewaskan tiga petugas polisi ketika mereka digerebek.

 

Kemarin, pemerintah Sri Lanka mengumumkan jumlah korban jiwa mencapai 207 jiwa dan ratusan luka-luka. Pada hari ini korban jiwa bertambah hampir di angka 300 jiwa. 

Adapun dari berbagai serangan tersebut 32 warga asing menjadi korban. Beberapa warga negara asing yang menjadi korban berasal dari Inggris, Amerika Serikat, Turki, India, Cina, Denmark, Belanda, Portugis, dan Jepang.  Kementerian Luar Negeri Sri Lanka menyatakan bahwa 9 warga asing masih belum ditemukan.

 Warga Negara Indonesia tidak ada yang menjadi korban setelah dikonfirmasi ke Pemerintahan Sri Lanka.

 

Lantas, siapakah pelakunya?

Kepala Kepolisian Pujuth Jayasundara memperingatkan bahwa akan adanya bom bunuh diri 10 hari lalu. Peringatan tersebut didasari adanya informasi dari intelijen luar negeri bahwa NTJ (National Thowheeth Jama`ath) merencanakan bom bunuh diri dengan sasaran gereja. Kelompok ini merupakan kelompok Islam radikal yang pada tahun lalu merusak Patung Budha di Sri Lanka.

Sebagai informasi jumlah umat muslim di Sri Lanka sekitar 9,7%, lebih besar dari umat Kristen dan Katolik namun jauh lebih kecil ketimbang mayoritasnya yakni Budha sekitar 70,2%.

 

Walaupun demikian Pemerintah Sri Lanka belum resmi menyebut pelaku kejadian kemarin. Informasi yang diterima indonews.id langsung dari Dubes Sri Lanka untuk Indonesia, Mr. Dharsana, hingga saat ini belum dapat dipastikan dan diduga siapa yang bertanggung jawab atas kejadian kemarin, penelusuran pihak berwajib sedang dilakukan.

Mr. Dharsana menegaskan bahwa saat ini kondisi di Sri Lanka aman terkendali. Aparat keamanan telah memperketat pengawasan di seluruh tempat penting. Beliau menyampaikan bahwa saat ini terjadi peningkatan korban meninggal dunia menjadi 290 jiwa dan luka-luka sekitar 500 orang.

Artikel Terkait