Nasional

Swasembada Bawang Putih, Petani Probolinggo Terapkan Budidaya Ramah Lingkungan

Oleh : tirto prima putra - Jum'at, 17/05/2019 17:43 WIB

PROBOLINGGO- Salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Timur yang disiapkan pemerintah sebagai sentra sekaligus penyangga benih bawang putih nasional untuk swasembada 2021 adalah Probolinggo.

Pada 2018, Kabupaten Probolinggo mendapatkan bantuan APBN untuk pengembangan kawasan bawang putih seluas 50 hektare. Terdapat satu gapoktan dan dua kelompok tani yang bekerja sama dengan perusahaan importir yaitu Gabungan Kelompok Tani Sejahtera, Kelompok Tani Mukti Jaya Eko dan Kelompok Tani Jaya Tani 4.

Pada 2019 bantuan APBN untuk pengembangan kawasan meningkat menjadi 100 hektare. Kawasan bawang putih di sentra ini tersebar di sekitar kaki Gunung Bromo, di antaranya Kecamatan Sukapura, Krucil, Sumber dan Lumbang. Bantuan tersebut menyasar ke 14 kelompok tani penerima bantuan sarana produksi.

Buaman, Ketua Gabungan Kelompok Tani Sejahtera menyampaikan kelompoknya mendapat alokasi wajib tanam seluas 292,3 hektare di Desa Sapikerep Kecamatan Sukapura dengan varietas Great Black Leaf (GBL). "Bawang putih mulai ditanam November tahun lalu hingga Februari 2019 dan sudah mulai panen pada Maret-Juli ini. Produksi rata-rata 5-8 ton per hektare. Untuk harga bawang putih basah dijual dengan harga Rp. 10 ribu per kg dan Rp. 15 ribu per kg untuk kondisi agak kering," ujar Buaman.

Buaman menuturkan sebagian besar petani bawang putih di Kabupaten Probolinggo sudah menerapkan budidaya bawang putih ramah lingkungan. Untuk pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT) dilakukan dengan menggunakan pestisida nabati (biopestisida) seperti ekstrak daun sereh yang dapat mengendalikan aphid (hama perantara penyakit tanaman).

"Penerapan budidaya bawang putih ramah lingkungan ini tidak lepas dari bimbingan petugas POPT Kecamatan Sukapura. Sejauh ini belum ditemukan adanya serangan OPT pada tanaman bawang putih yang sampai mengganggu terhadap penurunan produksi bawang putih," ujar Kasi Teknologi PHT Sayuran dan Tanaman Obat, Aneng Hermami.

Pada kesempatan tersebut Aneng menghimbau kepada Buaman dan anggota Gapoktan Sejahtera lainnya agar selain penerapan budidaya ramah lingkungan juga turut menerapkan sistem tumpang sari. Ini dilakukan agar petani tidak bergantung pada produksi bawang putih saja.

Secara terpisah Direktur Perlindungan Hortikultura, Sri Wijayanti Yusuf menyampaikan perlunya sinergi antar lingkup Kementerian Pertanian. "Saya harap UPTD Balai Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura dan Laboratorium Pengamatan Hama dan Penyakit/Laboratorium Agens Hayati dapat terus mengawal penerapan budidaya bawang putih ramah lingkungan di lapangan, serta menyediakan agens hayati dan pestisida nabati sebagai bahan pengendali yang diperlukan pada penerapan budidaya ramah lingkungan," ujar Yanti

Artikel Terkait