Budaya

Menko Darmin : Jakarta Fair Merupakan Contoh Kerjasama Menggerakan Ekonomi Indonesia

Oleh : Ronald T - Kamis, 30/05/2019 08:10 WIB

Menteri Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, tema yang diangkat pada Jakarta Fair 2019 ini adalah Indonesia Bersatu, dengan sub temanya, yakni Perbedaan Sebagai Perekat.

Jakarta, INDONEWS.ID - Jakarta Fair 2019 sudah resmi dibuka pada Rabu, (29/5/2019) malam oleh Menteri Perekonomian Republik Indonesia Darmin Nasution dan disaksikan langsung oleh Gubernur Jakarta Anies Baswedan beserta jajarannya dan juga beberapa perwakilan dari Panitia Pelaksana PRJ JIEXPO Kemayoran.

Dalam sambutannya, mewakili Presiden Republik Indonesia Joko Widodo yang kebetulan berhalangan hadir untuk membuka acara yang kerap diselenggarakan setiap tahun itu, Menteri Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, tema yang diangkat pada Jakarta Fair 2019 ini adalah Indonesia Bersatu, dengan sub temanya, yakni Perbedaan Sebagai Perekat.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Darmin bercerita sekilas mengenai sejarah Jakarta Fair. Menurutnya, Jakarta Fair pertama kali dicetuskan pada tahun 1968 oleh Ketua Kadin dan terus berlanjut hingga penyelenggaraan ke 52, hingga saat ini Jakarta Fair telah menjadi pusat hiburan serta pameran multiproduk terlengkap di Asia Tenggara.

"Target pengunjung (saat ini) 6,8 juta orang, masih relevan dalam situasi di tengah ketidakpastian global. Ekonomi juga sejauh ini tetap tumbuh dengan baik. Kuartal II 5,29 persen dan pada akhir 5,3 persen," terang Menko Darmin.

Disampaikan Menko Darmin, dengan adanya Jakarta Fair ini diharapkan bisa menjadi momentum untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dengan menghadirkan terobosan produk yang berkualitas dan juga semakin banyaknya usahawan-usahawan generasi muda (pemula). Jika ini berjalan sebagaimana mestinya, dirinya pun yakin hal ini bisa menurunkan angka kemiskinan.

"Jakarta Fair merupakan contoh kerjasama menggerakan ekonomi indonesia. Yang nantinya dinikmati oleh masyarakat. Moment Jakarta Fair adalah momentum meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Kita bangga, kalau model Jakarta Fair ini memunculkan usahawan-usahawan pemula dan muda. Karena UMKM merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia," papar Darmin melanjutkan.

Sementara itu, seiring dengan berkembangnya ekonomi digital seperti E-commerce, Darmin menilai, UMKM juga mulai mendominasi ke arah itu dengan skala bisnis hingga 40 persen per tahun kenaikannya. 

"Dalam pertumbuhan e-commerce, Jakarta Fair jadi ajang promosi bisnis bagi vendor dalam negeri, industri kreatif dan produk UMKM. Dan dampaknya akan membuka lapangan kerja yang luas," tandas Menko Darmin. (rnl)

Artikel Terkait