Nasional

Blok Masela dan Mimpi Besar Rizal Ramli

Oleh : very - Senin, 17/06/2019 16:55 WIB

Mantan Menko Kemaritiman DR Rizal Ramli. (Foto: Kompas.com)

 

Jakarta, INDONEWS.ID –Kepala Satuan Kerja Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Dwi Soetjipto, dan Shunichiro Sugaya, President Direktur INPEX Indonesia melakukan penandatanganan Head of Agreement (HoA) pengembangan lapangan hulu migas Abadi di Blok Masela, di Kepulauan Tanimbar, Maluku, di Karuizawa, Jepang, Sabtu (16/6).

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan dan Menteri Ekonomi, Perdagangan dan Industri (METI) Jepang, Hiroshige Seko, serta  Takayuki Ueda, CEO dan Presiden Direktur INPEX Corporation, menyaksikan langsung penandatanganan tersebut.

“Setelah sekian lama dilakukan pembahasan, penandatanganan HOA ini menjadi titik penting bagi investasi hulu migas di Indonesia, dengan nilai sekitar 18-20 miliar dollar AS, yang terbesar untuk investasi 1 (satu) kegiatan di Indonesia, dan merupakan investasi Jepang terbesar sejak 5 dekade terakhir,” kata Menteri ESM Ignasius Jonan, seperti dikutip esdm.go.id.

Inpex yang merupakan raksasa minyak dan gas Jepang itu berkomitmen mengembangkan proyek gas Abadi di Masela, Maluku, yang dimulai pada tahun 2020.

Apa jadinya jika kabar baik ini didengar oleh mantan Menko Kemaritiman Rizal Ramli? Pastinya bang RR, pangilan akrab Riza Ramli, senang bukan main. Betapa tidak, bang RR pernah terlibat dalam polemik keras dengan mantan Menteri ESDM, Sudirman Said terkait pengembangan blok Masela tersebut.

Kala itu, pada 2016, British-Petroleum dan Royal Dutch Shell Belanda ingin membangun kilang gas (train) di lepas pantai sama seperti yang dikehendaki Menteri ESDM Sudirman Said. Sementara Menko Kemaritiman DR Rizal Ramli, pada saat yang sama (2016) ngotot blok Masela harus dikembangkan di darat. “Hal ini supaya lebih banyak menyerap tenaga kerja di wilayah Indonesia bagian timur,” ujar Rizal Ramli memberi alasan.

Akhirnya, nasib pengembangan lapangan gas itu terjawab, setelah Presiden Joko Widodo memutuskan pembangunan kilang pengolahan gas dibangun di darat (onshore). Keputusan itu diambil setelah mempertimbangkan berbagai masukan, khususnya soal efektivitas proyek jangka panjang dan anggaran yang besar.

Keputusan Presiden Jokowi itu seperti angin segar untuk Rizal Ramli. Saat ditanya wartawan terkait Masela, senyum Rizal makin lebar. "Cuma 3 kata, alhamdulillah..alhamdulillah..alhamdulillah..." ujar Rizal sambil tersenyum lebar.

Menurut Rizal Ramli, keputusan Presiden Jokowi terkait Blok Masela tepat. Sebab, rakyat Indonesia akan diuntungkan dengan pembangunan kilang di darat. Multiplier effect dari pembangunan kilang minyak di darat itu sangat besar.

Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto dalam penandatanganan tersebut mengatakan, pengembangan di Blok Masela akan menjadi awal yang baik dalam dalam pengembangan hulu migas di laut dalam Indonesia bagian timur.

“Dengan pengembangan lapangan Masela, diharapkan akan segera masuk investasi luar negeri yang besar, dan dapat memberikan pengaruh positif bagi Foreign Direct Investment di Indonesia, terciptanya multiplier effect bagi industri pendukung dan turunan di dalam negeri, dalam rangka mendukung perekonomian nasional, dan ke depannya di harapkan iklim investasi di Indonesia akan semakin baik dan semakin kompetitif,” ucap Dwi. (Very)

Artikel Terkait