Budaya

Semarak Festival Budaya Manggarai di Jakarta Perkuat Identitas Kenusantaraan Kita

Oleh : Rikardo - Senin, 19/08/2019 07:01 WIB

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan berpose bersama panitia dan penari caci di sela-sela menghadiri acara Festival Budaya Manggarai Flores Jakarta, di Anjungan NTT, Minggu, (18/8/2019) (Foto: Indonews.id/Rikard Djegadut)

Jakarta, INDONEWS.ID -  Dalam  rangka memperingati dan menyemarakan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) ke-74, Komunitas Perempuan Manggarai (KPM) Jakarta bekerja sama dengan Komunitas Sanggar Cai Nai Kalimalang Jakarta dan Ikatan Keluarga Manggarai Kebun Jeruk Jakarta (IKMKJ) mengadakan Festival Budaya Manggarai bertempat di Anjungan Nusa Tenggara Timur (NTT) Sabtu hingga Minggu, (17-18/8/2019).

Pada hari pertama Festival Budaya Manggarai itu berlansung sangat meriah. Segenap masyarakat Manggarai yang berdomisili di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) berdatangan dari berbagi penjuru untuk turut menyaksikan festival budaya yang diisi dengan beragam pertunjukan ini di antaranya yakni menampilkan tarian Caci, Ndudu Ndake, Danding, Sanda dan Mbata.

Yang unik dan menarik dari festival budaya Manggarai kali ini adalah ditampilkanya Fashion Show, yang mempertontonkan kerajinan dan tenunan lokal khas Manggarai.

Tenunan lokal khas Manggarai dengan motifnya yang syarat akan makna tampil dalam kemasan fashion show yang menghadirkan hasil kreatifitas pada model rancangan fashion untuk berbagai kebutuhan seperti busana kasual, busana kantor dan busana resmi lainnya termasuk busana pengantin adat Manggarai.

Loading...

Selain itu, juga ditampikan Drama Teatrikal bertajuk `Taki Mendi" atau perbudakan yang dibawakan oleh sekelompok mahasiswa Manggarai yang tergabung dalam Komunitas Linko Ammi - Komunitas Anak Manggarai Peduli Terhadap Seni dan Budaya).

Hari kedua tak kalah meriah. Tokoh seperti Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, juga Uskup Bogor, Mgr. Paskalis Bruno Syukur, OFM hadir untuk memberikan dukungan dan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan Festival Budaya Manggarai ini.

Di sela-sela acara, Ketua Komunita Perempuan Manggarai (KPM) Jakarta, Josefina Syukur mengatakan bahwa ini merupakan sebuah upaya untuk memperkenalkan kebudayaan Manggarai pada pihak luar sekaligus sebagai upaya merawat, menjaga, mempertahankan dan melestarikan budaya Manggarai agar tidak tergerus oleh budaya dari luar.

Josefina berharap kegiatan Festival Budaya Manggarai ini ke depannya bisa rutin diadakan. "Kalo bisa, setiap tahun diadakan" harapnya.

Senada dengan Josefina, Ketua Panitia Festival Budaya Manggarai tahun 2019, Emiliana A.K mengatakan ini merupakan bentuk melawan pengaruh arus globalisasi yang kian hari kian kencang dan mengerus kebudayaan lokal.

Sehingga, bila hal ini tidak dilestarikan dengan cara seperti ini, kemungkinan kita kehilangan identitas. Menurutnya, karakter budaya lokal Manggarai bisa kehilangan identitasnya dan bahkan warna budaya itu sendiri akan luntur apabila kita sebagai pelaku sejarah terbawa arus gloablisasi tanpa bisa mempertahankan identitas khas budaya yang kita miliki," jelasnya.

Maka dari itu, Emil berharap "semoga euforia yang kita rasakan dan alami selama dua hari ini, tidak berakhir di sini. Namun menjadi semangat agar kita terus melestarikan budaya kita sendiri sekaligus untuk memperkaya identitas kenusantaraan kita" ungkapnya saat memberikan sepatah dua untuk menutup rangkaian kegiatan di hari kedua, Minggu, (18/8/2019)*

Pada kesempatan yang sama, Pemerhati Budaya Manggarai, Gabriel Mahal mengatakan, di tengah arus globalisasi dan modernisasi yang mendominasi, kita mestinya kembali pada kepribadian kita yakni warisan leluhur Manggarai yang unik dan syarat nilai. Generasi kita sekarang, tentu tidak bisa menciptakan nilai dan seni yang begitu indah, kita hanya bisa melestarikan apa yang sudah ada.

" Jakarta adalah miniatur Nusantara. Seluruh budaya di Nusantara ada di Jakarta. Jadi kegiatan seperti ini bertujuan untuk menunjukkan identitas kita di tengah arus globalisasi. Ini Jati diri kita. Mari kita kembali ke jati diri kita"  pungkasnya.*(Rikardo)

 

Artikel Terkait