Daerah

PMKRI Regio XI Dorong Gubernur Nurdin Benahi SDM dan Infrastruktur di Sulsel

Oleh : Marsi Edon - Minggu, 01/09/2019 19:30 WIB

Foto bersama peserta setelah penutupan kegiatan Konferensi Studi Regional PMKRI Komda XI Sulawesi. (Foto:IST)

Jakarta,INDONEWS.ID - PMKRI regio XI Sulawesi mendorong Gubernur Provinsi Sulawesi Selatan untuk membenani beberapa masalah pembangunan di Sulsel seperti Sumber Daya Manusia(SDM) dan pembenahan infrastrukur. Selain itu, PMKRI regio XI Sulawesi juga meminta perhatian Pemprov Sulawesi Tengah terkait dengan masalah lingkungan hidup.Dua Point ini menjadi catatan penting usai kegiatan Konferensi Studi Regional di Sulsel. Jakarta, Minggu,(1/09/2019)

Ketua Panitia KSR Anderas Eka Saputra dalam sambutan penutupan kegiatan memberikan apresiasi kepa seluruh peserta yang terlibat aktif selama kegiatan berlangsung.Ia juga menyampaikan ucapan terima kasih atas kerja sama seluruh panitia kegiatan KSR yang telah membantu kegiatan tersebut.

"Atas nama seluruh panitia saya menyampaikan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada seluruh delegasi atas kerjasama selama kegiatan sehingga kegiatan kita bisa selesai tepat waktu. Kami mohon maaf jika dalam pelaksanaan kegiatan terdapat banyak kekurangan, semoga apa yang kita rekomendasikan memberikan dampak yang baik," kata Presiden BEM Fakultas Teknik UPRI Makasar tersebut.

Sementara itu, Ketua Presidium PMKRI Cabang Makassar Pius Yoland menjelaskan, kegiatan ini memberi konstribusi positif  bagi provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tengah. Karena, KSR kali ini menghasilkan beberapa rekomendasi untuk kedua pemerintah provinsi yang ada.

Beberapa rekomendasi tersebut akan diserahkan oleh pemerintah provinsi masing-masing. Selain itu, PMKRI Makassar dan PMKRI Palu juga siap mengawal pelaksanaan dari rekomendasi yang akan diberikan kepada kedua Pemprov ini.

"Secara garis besar isu yang didorong sebagai fokus gerakan PMKRI di Sulawesi kedepan yakni yakni, Ketimpangan Pendidikan, Pelayanan Publik, Peningkatan SDM, Persoalan Infrastruktur di Sulawesi Selatan serta isu Lingkungan hidup di kota Palu, Sulawesi Tengah," jelas Yoland.

Hal senada disampaikan oleh KOMDA XI Sulawesi PMKRI Yulius Aryanto Mukkun. Yulius menegaskan, hasil KSR ini mesti dikawal hingga pada tahapan implementasi oleh kedua pemerintah provinsi yang ada. Hal ini menjadi tanggungjawab dari semua kader pmkri di seluruh regio XI Sulawesi.

"Oleh karenanya saya berharap kita tetap memiliki komitmen yang sama untuk tetap meperjuangkan apa yang telah kita hasilkan yang telah melalui proses kajian mendalam selama 3 hari. Kita ingin PMKRI selalu hadir menjadi pionir dari kalangan mahasiswa untuk bersama-sama dengan dengan pihak terkait mewujudkan pembangunan yang berkeadilan di daerah ini," ungkap Yulius.

Sementara itu, Presidium Hubungan Perguruan Tinggi Pengurus Pusat (PP PMKRI), Benidiktus Papa menerangkan, tantangan kehidupan berbangsa dan bernegara kita semakin kompleks. Kader PMKRI dituntut untuk peka dan kritis menyesuaikan pembinaan PMKRI mengikuti gerak zaman.

"Saat ini bangsa kita sedang menghadapi tantangan yang cukup kompleks baik persaiagan kemajuan teknolgi maupun terlebih khsusus tantangan kebangsaan kasus persekusi dan intimidasi terhadap satu kelompok oleh kelompok lain maupun oleh negara harus menjadi perhatian serius," jelasnya.

Ia juga berharap, PMKRI terutama di regio XI Sulawesi tetap menjadi garda terdepan dalam mengusung agenda perubahan sosial sesuai semangat visi dan misinya. Karena itu, komitmen melaksanakan proses pembinaan tidak berhenti di pembinaan formal seperti KSR untuk mencapai cita-cita besar perhimpunan.

"Karenanya PMKRI harus selalu hadiri sebagai katalisator dalam setiap kerutan yang dialami bangsa ini dengan terus bergerak sesuai visi misi organisasi. Kita ingin Indonesia menjadi negara yang bersahabat dan ramah untuk seluruh anak bangsa termasuk saudara-saudara kita di Papua saat ini," tutupnya.*(Marsi)

 

 

Loading...

Artikel Terkait