Daerah

PMKRI Makassar Gelar Diksusi `Strategi Ketahanan Pangan di Masa Pandemi Covid-19`

Oleh : Marsi Edon - Sabtu, 23/05/2020 16:31 WIB

Diskusi online PMKRI Cabang Makassar dengan tema `Strategi Ketahanan Pangan di Masa Pandemi Covid-19`.(Foto:Ist)

Makassar, INDONEWS.ID - Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia Cabang Makassar Sanctus Albertus Magnus menggelar diskusi online dengan tema` Strategi Ketahanan Pangan di Masa Pandemi Covid-19`. Makassar,(22/05/2020)

Diskusi ini digelar dalam rangka melihat upaya pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan di masa pandemi sekaligus menanggapi pernyataan organisasi pangan dunia bahwa akan terjadi krisis pangan selama wabah Covid-19 berlangsung.

Ketua Presidium PMKRI Cabang Makassar, Pius Yolan selaku moderator diskusi menerangkan, kegiatan berhasil dilaksanakan setelah melalui proses kajian panjang secara internal. Selain itu, PMKRI Makassar ingin melihat sejauhmana pemerintah berusaha menjaga pasokan pangan selama masa krisis bencana non alam ini terjadi.

Peserta diksusi tentang pangan ini, tidak hanya diikuti oleh anggota biasa dari PMKRI Makssar. Selama diskusi online berlangsung, tampak hadir peserta dari luar kota Makassar yang memiliki keprihatinan bersama berkaitan dengan masalah ketersedian pangan selama Covid-19.

Kegiatan diskusi kali ini, menghadirkan beberapa narasumber diantaranya, Anggota Komisi IV DPR RI Periode 2019-2024, Andi Akmal Pasluddin, Anggota Komisi IV DPR RI Periode 2019-2024, Yohanis Fransiskus Lema, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikuktura dan Perkebunan Sulawesi Selatan, Andi Ardin Tjatjo, dan Ketua Presidium Pengurus Pusat PMKRI St. Thomas Aquinas Periode 2020-2022, Benidiktus Papa.

Andi Akmal Pasluddin dalam pemaparan materi menjelaskan, di tengah wabah ini yang kita belum tahu secara pasti kapan berakhir, ancaman ketersedian pangan mulai dirasakan.

Untuk itu perlu antisipasi dan beberapa strategi utama seperti menyusun rumusan reorentasi kebijakan dan program pembangunan pertanian, menyusun program pemberdayaan masyarakat (petani) yang bersifat padat karya dengan model cash for work, serta menjamin ketersediaan dan akses pangan bagi masyarakat dengan harga yang terjangkau.

Mantan anggota DPRD Prov. Sulsel itu juga menyampaikan, dalam konteks covid-19, pertahanan yang paling strategi ialah kecukupan pangan bagi masyrakat.

Sementara itu, Yohanis Fransiskus Lema atau Ansy Lema panggilan akrabnya menyampaikan, secara nasional, ada beberapa daerah yang cocok dengan tanaman pangan ada pula yang tidak sesuai. Itu karena kondisi masing-masing daerah.

Karena itu, kita menanamnya dilahan yang sangat cocok. Mahasiswa jangan sungkan-sungkan bila ingin bekerja sama dengan dinas tanaman pangan.

Narasumber lain, Andi Ardin Tjatjo dalam pemaparan materinya menyampaikan, selama pandemi Covid-19, Sulawesi Selatan sendiri merupakan salah satu daerah penghasil pangan.

Sulsel pun merupakan produksi jagung terbesar di kawasan Timur dan terbesar ke-4 nasional. Ketersediaan jenis-jenis pangan utama/pokok secara umum diperkirakan baik. Namun, turunnya daya beli melemahkan akses dan utilisasi pangan.

Untuk itu, dipastikan distribusi sarana produksi tiba ditangan petani. Gerakan Pengendalian OPT, Percepatan Olah Tanah & Percepatan tanam padi (rehabilitasi jaringan irigasi tersier, irigasi perpipaan dan perpompaan, pengembangan infrastruktur pertanian di pedesaan.

Selain itu, perlu ada kegiatan padat karya perkebunan, pembelian hasil produksi petani minimal sesuai harga dasar untuk selanjutnya diserahkan kepada gugus tugas covid-19 untuk diserahkan kepada masyarakat.

Sebab, ditengah badai covid-19, petani tidak boleh berhenti. Aktivitas petani tetap berlanjut karena petani adalah katub pengaman ekonomi.

Adapun Ketua PP PMKRI, Benidiktus Papa, dalam pemaparan materinya menerangkan bahwa perlu adanya sinergitas antara instansi terkait dengan masyarakat dan PMKRI khususnya dalam hal pangan seperti tanaman hidroponik untuk menumbuhkan kreatifitas kita hari ini.

Kreativitas memiliki banyak manfaat. Selain mendorong kreativitas kader dalam pengembangan usaha juga memiliki kegunaan lain yakni menjaga keseimbangan dalam pemenuhan kebutuhan pangan setiap hari.*

 

Loading...

Artikel Terkait