Bisnis

Jokowi Kritik Impor Cangkul, P3I: Momentum Perbaikan Pengadaan di Indonesia

Oleh : Marsi Edon - Jum'at, 08/11/2019 18:10 WIB

Pendiri Pusat Pengkajian Pengadaan Indonesia(P3I), Atas Yuda Kandita dan jajaran bersama Pemimpin Redaksi Indonews.id sekaligus Moderator di Pusat Pengkajian Pengadaan Indonesia(P3I), Asri Hadi.(Foto:IST)

Jakarta, INDONEWS.ID - Pendiri Pusat Pengkajian Pengadaan Indonesia(P3I), Atas Yuda Kandita, menanggapi positif kritik yang disampaikan oleh Presiden Jokowi terhadap kebijakan impor Cangkul yang dilakukan oleh Kementerian dan Lembaga di Indonesia pada Rapat Koordinasi Nasional Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah. Kritik Presiden dijadikan sebagai momentum untuk memperbaiki sistem pengadaan barang dan jasa di dalam negeri.

"Kemarin itu, sudah ada god will dari pemerintah bahwa ibaratnya kalau ke depan, kalau beli cangkul tidak perlu ke luar negeri, harus beli cangkul dari Indonesia, ini sebetulnya momemtum untuk perbaiki sistem pengadaan barang dan jasa di dalam negeri, karena kalau kita berbicara kebijakan pengadaan, dari dulu sampai sekarang, selalu memberikan porsi yang memadai untuk keterlibatan penyedia nasional, keterlibatan pengusaha nasional," kata Atas Yuda Kandita kepada Indonews di Jakarta Convention Center, Jakarta, Jumat,(8/11/2019)

Yuda kemudian menjelaskan, Pusat Pengkajian Pengadaan Indonesia(P3I), merupakan komunitas yang bergerak dalam bidang pengadaan barang dan jasa di Indonesia. Untuk kegiatan ini, P3I, turut memberikan dukungan agar kegiatan pengadaan barang dan jasa Indonesia berjalan lebih baik.

"Kami dari Pusat Pengkajian Pengadaan Indonesia,(P3I), salah satu komunitas pengadaan Indonesia, kita berpartisipasi dalam rangka menyelenggarkan acara di tiga hari ini, acara pertama kemarin didahului dengan kegiatan Rakornas pengadaan barang dan jasa, dimana kegiatan ini dikomandani oleh OKPP, komunitas ini mendukung untuk menyukseskan kegiatan ini," jelas Yuda.

 Pendiri Pusat Pengkajian Pengadaan Indonesia(P3I), Atas Yuda Kandita dan jajaran.(Foto:IST)

Lebih lanjut Yuda menjelaskan, pengadaan barang da jasa di era informasi saat ini, semakin kompleks. Satu sisi,ada dorongan untuk menggunakan produk dalam negeri. Tetapi sisi lain, kita diperhadapkan dengan kondisi dan kemampuan penyedia barang dan jasa nasional yang belum memenuhi standar sesuai dengan kebutuhan yang ada.

"Di era sekarang ini, era informasi, kita berbicara kolaborasi, tidak semua produk kita bikin sendiri, tetapi tidak semua produk juga harus dari luar negeri, artinya kita harus saling mengisi, proporsi inilah yang harus kita capai, kolaborasi, kalau perlu, apa yang bisa kita produksi, kita gedor produksinya, kita jual ke luar negeri, tetapi bukan berartinya, barang dari luar tidak boleh masuk, karena eranya hukum pasar," ungkap Yuda.

Ia juga menegaskan, penyedia barang dan jasa di Indonesia mesti terus bergerak untuk meningkatkan perbaikan pelayanan.Peningkatan kualitas dan pelayanan menjadi salah satu faktor kunci untuk meningkatkan nilai tawar penyedia barang dan jasa di Indonesia untuk bersaing di dunia internasional.

"Sebebarnya yang kita terus lakukan yakni door to door ke semua pelaku pengadaan untuk bekerja sama, kepada mereka sebagai produsen, ayo tingkatkan kualitas barang anda, sebagai konsultan,ayo tingkatkan kualitas anda sebagai konsultan, sebagai kontrkator, ayo bangun sebagai kontraktor yang benar-benar dapat dipercaya," pungkasnya.(Marsi)

Loading...

Artikel Terkait