Daerah

Fenomena Harimau Serang Warga, Walhi Sebut Ekspansi Tambang Jadi Penyebab

Oleh : Rikardo - Sabtu, 07/12/2019 10:01 WIB

Foto Ilustrasi Harimau Sumatera (Foto: Inews)

Jakarta, INDONEWS.ID - Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Sumatera Selatan Hairul Sobri menyebut ekspansi industri pertambangan dan perkebunan di Sumatera Selatan, khususnya di Kabupaten Lahat dan Kota Pagar Alam menjadi penyebab harimau mendatangi permukiman dan menyerang warga.

Ekspansi industri pertambangan, perkebunan, serta eksploitasi panas bumi membuat hewan buas terdesak lantaran habitatnya menjadi semakin sempit.

"Ribuan lahan konsesi tambang di Lahat itu sejak 2010 sampai sekarang masih masif. Tambang di Bengkulu, juga ekspansi PTPN VII juga memicu konflik harimau dengan masyarakat. Kawasan tersebut merupakan bagian dari hamparan Bukit Barisan, jadi sangat berpengaruh terhadap kerusakan ekosistem di sana," ujar Hairul, Jumat (6/12).

Hairul mengecualikan perhutanan sosial yang digarap oleh masyarakat adat. Menurutnya, itu bukan pemicu konflik antara harimau dengan masyarakat.

Masyarakat adat memiliki peraturan yang berpihak kepada kearifan lokal sehingga kebun mereka pun tidak merusak ekosistem hutan lindung. Sedangkan ekspansi yang dilakukan korporasi tambang dan perkebunan, menurut Hairul, tidak mengindahkan ekosistem sekitarnya.

"Masyarakat adat itu punya aturan, kalau menebang 1 pohon, mereka tanam beberapa. Dibandingkan dengan yang tambang di Lahat itu berapa ribu pohon besar ditebang dan tidak ada penanaman lagi. Tinggal lubang-lubang tambang saja tersisa," kata dia.

Sementara itu, Peneliti Forum Harimau Kita Yoan Dinata mengatakan bahwa harimau sebenarnya tidak agresif terhadap manusia. Ada beberapa faktor yang membuat harimau bertingkah demikian.

"Faktor eksternal dan internal. Kalau internal itu harimaunya sakit atau kena jerat, dia lebih agresif karena sulit mendapatkan mangsa. Eksternalnya ada degradasi lahan, perburuan, dan berkurangnya mangsa harimau itu sendiri," ujar Yoan.*(Rikardo). 

Loading...

Artikel Terkait